Arsip Blog

PENGHAPUS-PENGHAPUS DOSA

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat serta salam untuk Nabi kita Muhammad yang tiada lagi nabi setelahnya. Amma ba’du:

Sesungguhnya, hal-hal yang dapat menghapus dosa itu banyak dan beragam jenisnya. diantaranya, sebagai berikut:

Pertama: Istighfar (Permohonan Ampun)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Istighfar termasuk penghapus dosa.” Beliau menyebutkan hal ini di dalam kitabnya, Majmu’al-Fatawa. Beliau pun pernah berwasiat kepada Abu al-Qasim al-Maghribi: “Sesungguhnya, istighfar itu bisa saja menghapus dosa, tanpa disertai taubat.” Pendapat beliau ini memang berbeda dengan pandangan sebagian ulama lainnya, di mana mereka mengatakan: “Sesungguhnya, istighfar tanpa taubat itu tak ada gunanya.” Read the rest of this entry

Kisah Sabar Yang Paling Mengagumkan


Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.
Sang dokter berkata:

Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat. Read the rest of this entry

Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur kepada Allah

Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.

Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu ‘anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik. Read the rest of this entry

Allah ‘Azza wa Jalla Lebih Sayang Kepada Hamba-Nya Daripada Seorang Ibu Terhadap Anaknya

Saat pertama kali saya menyandang predikat baru sebagai seorang ibu, ada beribu kebahagiaan menyeruak ke relung hati yang paling dalam. Semenjak kelahiran putra kami yang pertama, di benak saya bermain-main beraneka macam rencana yang akan disusun, saya akan memberikan yang terbaik untuk buah hatiku, pengasuhannya, pendidikannya, dan saya akan mengarahkan potensinya, bahkan dalam setiap shalat namanya senantiasa terselip dalam doa-doaku, “Ya Allah Dzat yang menggenggam jiwa putraku, jagalah fithrah keshalehannya, jadikanlah ia orang yang berilmu dan kuatkanlah fisiknya.”

Hari demi hari Read the rest of this entry