Arsip Blog

Mengendalikan Amarah


Suatu siang, ketika aku dan suami baru saja keluar dari Masjid Agung Kota Sukabumi, tiba-tiba perhatian kami teralihkan oleh sebuah adegan di pinggir jalan yang kami lalui. Sepasang laki-laki dan perempuan kelihatannya sedang “marahan”. Entahlah, apakah mereka pasangan suami istri atau bukan. Perempuan dengan raut wajah marah itu tampak memalingkan muka dari si laki-laki. Sementara si laki-laki kelihatan salah tingkah, nampak sekali dia memelas dan memohon pada si wanita.

Sesampainya kami di rumah, suamiku menyegar kembali kejadian siang itu dan bertanya padaku, “Mi, ingat kejadian tadi? Kenapa perempuan itu ngambek di sembarang tempat, ya? Kenapa marahnya nggak nanti di rumah saja? Kalau yang tadi itu suaminya, kasihan. Pasti jengkel menghadapi kejadian itu di tempat umum. Mau ditinggal, pasti nggak tega. Takut istinya kenapa-napa.”

Mendengar pertanyaan itu, Read the rest of this entry