MENGHINA JILBAB

Pertanyaan : Apa hukum orang yang menghina seorang wanita yang memakai penutup aurat yang sesuai dengan ajaran Islam (jilbab), dan mengatakannya bahwa wanita tersebut adalah jin ifrit atau kemah bergerak, dan perkataan-perkataan hinaan lainnya.

Jawaban : Orang yang menghina seorang Muslimah atau seorang IMG-20141130-WA0000Muslim karena ia berpegang teguh dengan syariat Islam, maka ia dihukumi kafir, baik penghinaan tersebut terhadap seorang wanita yang menutup aurat sesuai dengan ajaran Islam maupun dalam masalah lainnya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu `Anhuma, ia berkata: Ada seorang laki-laki berkata ketika perang Tabuk dalam sebuah majelis: “Aku tidak melihat seperti para qurra’ (para pembaca Al-Quran) ini yang paling tamak dalam mengisi perutnya, dan yang paling pendusta lisannya, serta yang paling penakut ketika berperang”. Lantas ada seseorang berkata: “Kamu telah berdusta bahkan kamu adalah Munafiq. Sungguh akan aku beritahukan hal ini kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam”. Akhirnya berita tersebut sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan ayat Al-Quran turun. Kemudian Abdullah bin Umar berkata : “Aku melihatnya bergantung di boncengan unta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, terseret di bebatuan (batu mengenai dan melukainya), dan ia berkata: “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami sekedar bercanda dan bermain-main saja”. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda (dengan firman Allah, yang maknanya): “Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (65) Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripadamu (lantaran mereka bertaubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. Beliau menjadikan hinaannya terhadap kaum Mukminin merupakan hinaan terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Anggota Anggota Wakil Ketua Komite Ketua

Abdullah bin Qu’ud Abdullah bin Ghadyan Abdurrazzaq `Afifi Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Read the rest of this entry

Iklan

Tak Ada Sehelai Daunpun Yang Gugur Ke Bumi, Melainkan dengan Izin Allah Jalla Wa ‘Alaa

 

Scene # 1

Perjalanan  hidup ini senantiasa bertabur ujian dan cobaan,

keinginan dan harapan tidak semuanya tergapai,

namun tidak pula seluruhnya kandas,

karena “dunia surga buat orang kafir dan penjara buat orang mu’min”.

Perkara orang mu’min seluruhnya menakjubkan

Jika diberi kenikmatan, ia bersyukur

Maka  syukur itu baik baginya

Dan jika ditimpa musibah, ia bersabar

Maka sabar itu baik baginya Read the rest of this entry

Melahirkan dengan Operasi Caesar (Anugerah, Musibah, Peringatan, dan Motivasi)

Oleh: Abu Haitsam Buldan Taufik
  hamsaTak terbetik sebelumnya keinginanku mencari tahu pandangan syari’at mengenai operasi caesar untuk seorang ibu yang melahirkan, juga apa dampak yang akan terjadi setelahnya. Mungkin karena aku sendiri tak pernah menghadapi permasalahan tersebut, atau tak menemukan momentum hingga perlu mempelajarinya.  Anakku yang pertama lahir tahun 2005 yang lalu secara normal (qadarallah ia telah meninggal dunia saat masih berusia 9 bulan-an), begitu pula anak kedua lahir tahun 2007 dengan normal. Barulah anak yang ketiga lahir dengan operasi caesar tahun 2009. Bukan, bukan karena istriku ingin menghindari fitrah sakitnya melahirkan, atau mengejar tanggal tertentu yang dianggap ‘cantik’, seperti lahir tanggal 8 bulan 8 tahun 2008 jam 8 lebih 8 menit, atau karena ingin bertepatan dengan kemeriahan tahun baru tertentu. Read the rest of this entry

Benang Merah Syariat Dan Empat Sifat Dasar [Melankolis, Koleris, Sanguin Dan Plegmatis]

Buku ini sangat terkenal, dalam versi bahasa indonesia berjudul “Personality Plus” karya Florence Litteur. Kami mempunyai buku terjemahnya dan talah membacanya dan kami menemukan banyak manfaat dan faidahnya membaca buku ini. Manfaat buku ini dipergunakan oleh banyak kalangan, mulai dari psikolog pastinya, dokter jiwa,  anggota MLM [katanya ini adalah buku wajib mereka untuk mencari downline], pemimpin dan bos yang mengatur orang banyak, tokoh masyarakat, pekerjaan yang menuntut berhubungan dengan banyak orang seperti sales, humas dan entertrainer. Bahkan digunakan untuk proses ta’aruf ikhwan-akhwat. Dengan sekedar mengatakan bahwa akhwat A itu plegmatis-melankolis, maka pahamlah si ikhwan bagaimana kira-kira gambaran umum sifat akhwat tersebut yang bisa dipergunakan sebagai pertimbangan pemilihan dan menyesuaikan dengan karakter dirinya. Dan kalau kami bisa memberi masukan, kami berharap para da’i Islam bisa mengetahui sekilas ilmu ini demi menyebarnya agama Islam sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman para salaf yaitu Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut tabi’in. Read the rest of this entry

PENGHAPUS-PENGHAPUS DOSA

Segala puji hanya bagi Allah, shalawat serta salam untuk Nabi kita Muhammad yang tiada lagi nabi setelahnya. Amma ba’du:

Sesungguhnya, hal-hal yang dapat menghapus dosa itu banyak dan beragam jenisnya. diantaranya, sebagai berikut:

Pertama: Istighfar (Permohonan Ampun)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Istighfar termasuk penghapus dosa.” Beliau menyebutkan hal ini di dalam kitabnya, Majmu’al-Fatawa. Beliau pun pernah berwasiat kepada Abu al-Qasim al-Maghribi: “Sesungguhnya, istighfar itu bisa saja menghapus dosa, tanpa disertai taubat.” Pendapat beliau ini memang berbeda dengan pandangan sebagian ulama lainnya, di mana mereka mengatakan: “Sesungguhnya, istighfar tanpa taubat itu tak ada gunanya.” Read the rest of this entry

Inilah Karakteristik Suami Idaman Para Istri…

alhayaatu azzaujiyahAkhlaq mempunyai peran yang amat agung dalam kehidupan rumahtangga, seorang istri akan mengadukan kurangnya perhatian suami kepadanya, -yaitu suami yang dingin perasaannya- dingin dimana wanita itu butuh

perhatian dan kasih sayang.

Begitu pula, istri anda mengharapkan kebersihan anda, karena istri anda begitu senang sekali bila suaminya rapi lagi elok pakainnya, istri akan berusaha semaksimal mungkin -dari sisi ini- untuk memperhatikan pakaian suaminya, agar dia menunjukan bahwa suami begitu sangat berarti kedudukannya disisi istrinya.

Saudaraku…
Hendaklah suami shalih mengetahui bahwa istri anda, sungguh telah diikat dengan ikatan cinta dan pernikahan, istri anda telah meninggalkan keluarganya dan istri anda telah mengikuti anda…

Hendaklah anda menjaga istri anda dan hendaklah anda berakhlaq mulia dalam menyikapi istri anda sekemampuan anda… Read the rest of this entry

Menikah dengan Lelaki Buruk Rupa

  • Para wanita shalehah yang siap menggenggam bara api, apabila datang perintah syari’at kepada mereka, maka ia akan senantiasa ta’at, menerima, dan menurutinya; tidak menentang, menyelisihi, atau mencari-cari alasan untuk menghindar. Perhatikan kisah seorang wanita yang mulia lagi menjaga kesucian diri di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam;Dikisahkan, ada seorang pemuda yang bernama Julaibib, ia memiliki rupa yang buruk. Rasulullah menawarinya untuk menikah. Tapi Julaibib menjawab: “Engkau lihat sendiri aku orang yang buruk rupa.” Rasulullah menjawab: “Tapi engkau tidaklah buruk dalam pandangan Allah.” Begitulah, Rasul pun kemudian senantiasa mencari-cari peluang untuk mendapatkan wanita yang mau dinikahkan dengan Julaibib.Hingga, datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum Anshar pada suatu hari; ia menawarkan anak wanitanya yang janda untuk dinikahi Rasulullah.

Read the rest of this entry

TIGA JENIS TYPE TEMAN

 

IMG-20150410-WA0002Seorang ulama berkata: “Teman itu ada tiga macam; Teman yang bagaikan udara, teman yang bagaikan obat, dan teman yang bagaikan penyakit.

Adapun teman yang seperti udara, adalah ketika Anda tak bisa berlepas diri darinya; apabila ia tiada, maka Anda akan mati. Itulah teman yang mendekatkanmu kepada Allah, menunjukimu jalan menuju-Nya, serta mengarahkanmu untuk selalu berdzikir kepada-Nya. Maka, janganlah Anda berpisah dengannya, selamanya. Kunjungilah ia, duduklah bersamanya, tanyalah ia, cintailah ia, dan berdo’alah untuknya.

Teman yang bagaikan obat; yakni mereka yang berperan menjadi pelengkap saja, dan tidak diperlukan kecuali pada saat-saat tertentu.

Jika Anda terus menerus duduk bersamanya, lalu Anda katakan kepadanya; Aku mencintaimu karena Allah, dan tak bisa berlepas diri darimu! Dari pagi hingga sore, tentu ini sikap yang salah. Sebab, sebagian teman, ada yang Anda perlukan di saat-saat tertentu saja, bukan untuk berlama-lama dengannya. Read the rest of this entry