Category Archives: Coretan Penaku

kehidupan itu layaknya setangkai mawar

 
img_20161211_091004
🌹                                              
الحياة كالوردة
kehidupan itu layaknya setangkai mawar
🌹
حين تشم عبيرها
saat kau cium aromanya
🌹
تنطلق إلى الخيال
melambunglah kau ke alam khayal
🌹
وحين يدميك شوكها
dan saat durinya membuatmu terluka
🌹
ترجع إلى الحقيقة
kaupun kembali kepada kenyataan
🌹
فلا تجعل عبير الدنيا ينسيك الطاعة
maka janganlah kau jadikan semerbaknya dunia melenakanmu dari keta’atan
🌹
ولا تجعل وخز الأشواك يقنطك من رحمة الله
dan jangan jadikan tusukan durinya membuatmu berputus asa dari rahmat Allah
🌹
Translated By: aisyah ummu haitsam
Villa alma-tuq indah 11/12/16

Iklan

Tak Ada Sehelai Daunpun Yang Gugur Ke Bumi, Melainkan dengan Izin Allah Jalla Wa ‘Alaa

 

Scene # 1

Perjalanan  hidup ini senantiasa bertabur ujian dan cobaan,

keinginan dan harapan tidak semuanya tergapai,

namun tidak pula seluruhnya kandas,

karena “dunia surga buat orang kafir dan penjara buat orang mu’min”.

Perkara orang mu’min seluruhnya menakjubkan

Jika diberi kenikmatan, ia bersyukur

Maka  syukur itu baik baginya

Dan jika ditimpa musibah, ia bersabar

Maka sabar itu baik baginya Read the rest of this entry

Melahirkan dengan Operasi Caesar (Anugerah, Musibah, Peringatan, dan Motivasi)

Oleh: Abu Haitsam Buldan Taufik
  hamsaTak terbetik sebelumnya keinginanku mencari tahu pandangan syari’at mengenai operasi caesar untuk seorang ibu yang melahirkan, juga apa dampak yang akan terjadi setelahnya. Mungkin karena aku sendiri tak pernah menghadapi permasalahan tersebut, atau tak menemukan momentum hingga perlu mempelajarinya.  Anakku yang pertama lahir tahun 2005 yang lalu secara normal (qadarallah ia telah meninggal dunia saat masih berusia 9 bulan-an), begitu pula anak kedua lahir tahun 2007 dengan normal. Barulah anak yang ketiga lahir dengan operasi caesar tahun 2009. Bukan, bukan karena istriku ingin menghindari fitrah sakitnya melahirkan, atau mengejar tanggal tertentu yang dianggap ‘cantik’, seperti lahir tanggal 8 bulan 8 tahun 2008 jam 8 lebih 8 menit, atau karena ingin bertepatan dengan kemeriahan tahun baru tertentu. Read the rest of this entry

Duhai Wanita Mukminah Engkau Adalah Ratu…!

Duhai para wanita, di dalam islam kalian adalah ratu…!

Rumahmu adalah singgasanamu…!

Malumu adalah mahkotamu…!

Wahai para wanita..sungguh kalian adalah ratu dalam islam, betapa berharganya kalian.. sampai  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berwasiat kpd para orang tua untuk merawat kalian. Sebagaimana  sabdanya yg diriwayatkan oleh Imam Muslim,

من عال جاريتين حتى تبلغا جاء يوم القيامة أنا وهو وضّم أصابعه

“Barangsiapa yg merawat dua anak wanitanya dg baik, samapai mrk dewasa, maka aku dan dia dating pada hari qiamat, sambil perpegangan tangan.

Begitu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berwasiat kpd anak untuk berbakti kepada kalian, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Shahihain; bahwasannya ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Nabi; “Siapakah yang paling berhak untuk diperlakukan dengan baik?” Rasul menjawab: “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu; kemudian ayahmu.”

Bahkan, Rasul pun berwasiat kepada para suami agar bersikap baik terhadap istrinya; dan beliau pun mencela suami yang memarahi istrinya atau bersikap buruk terhadapnya. Dalam riwayat Muslim dan At-Tirmidzi disebutkan; bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda; “Ingatlah, hendaknya kalian berlaku baik terhadap para istri! Ingatlah, hendaknya kalian berlaku baik terhadap para istri!” Read the rest of this entry

Hanya Wanita Yang Bisa Mengerti Perasaan Wanita

oleh: Aisyah Ummu Haitsam

Saudariku ….

sungguh saat ini kita tengah diserang melalui dua jalan; jalan syubhat dan jalan syahwat. Syubhat (kesamaran antara kebenaran dan kebatilan) bencana yang diakibatkannya jauh lebih besar dan berbahaya, tetapi ia bergerak secara perlahan. Dan syahwat merupakan penyakit yang gampang menyebar dan cepat menular.

Saudariku ….. Read the rest of this entry

Allah ‘Azza wa Jalla Lebih Sayang Kepada Hamba-Nya Daripada Seorang Ibu Terhadap Anaknya

Saat pertama kali saya menyandang predikat baru sebagai seorang ibu, ada beribu kebahagiaan menyeruak ke relung hati yang paling dalam. Semenjak kelahiran putra kami yang pertama, di benak saya bermain-main beraneka macam rencana yang akan disusun, saya akan memberikan yang terbaik untuk buah hatiku, pengasuhannya, pendidikannya, dan saya akan mengarahkan potensinya, bahkan dalam setiap shalat namanya senantiasa terselip dalam doa-doaku, “Ya Allah Dzat yang menggenggam jiwa putraku, jagalah fithrah keshalehannya, jadikanlah ia orang yang berilmu dan kuatkanlah fisiknya.”

Hari demi hari Read the rest of this entry

Mengendalikan Amarah


Suatu siang, ketika aku dan suami baru saja keluar dari Masjid Agung Kota Sukabumi, tiba-tiba perhatian kami teralihkan oleh sebuah adegan di pinggir jalan yang kami lalui. Sepasang laki-laki dan perempuan kelihatannya sedang “marahan”. Entahlah, apakah mereka pasangan suami istri atau bukan. Perempuan dengan raut wajah marah itu tampak memalingkan muka dari si laki-laki. Sementara si laki-laki kelihatan salah tingkah, nampak sekali dia memelas dan memohon pada si wanita.

Sesampainya kami di rumah, suamiku menyegar kembali kejadian siang itu dan bertanya padaku, “Mi, ingat kejadian tadi? Kenapa perempuan itu ngambek di sembarang tempat, ya? Kenapa marahnya nggak nanti di rumah saja? Kalau yang tadi itu suaminya, kasihan. Pasti jengkel menghadapi kejadian itu di tempat umum. Mau ditinggal, pasti nggak tega. Takut istinya kenapa-napa.”

Mendengar pertanyaan itu, Read the rest of this entry

Makna Kebebasan Individu

Dalam riwayat Bukhari disebutkan, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat sekian lelaki dan wanita bertelanjang badan di sebuah tempat yang sempit mirip dapur api, bagian bawahnya luas dan bagian atasnya sempit. Mereka berteriak-teriak di dalamnya. Ternyata, api bergelora menyala-nyala dari arah bawah mereka. Jika api itu menyembur terhadap mereka, mereka langsung berteriak karena sangat panasnya. Lalu Nabi bertanya kepada Jibril: “Siapakah mereka, wahai Jibril?” Jibril menjawab: “Mereka adalah para lelaki dan wanita pezina.”

Betapa pedih siksa yang Allah timpakan Read the rest of this entry