Author Archives: Aisyah Ummu Haitsam

Anggunlah Ketika Marah, Demi Harga Dirimu

Sahabat, memang jarang sekali orang yang bisa marah dengan anggun, karena ketika marah… emosi akan membuat seseorang lepas kendali bahkan sampai melakukan hal-hal yang sering disesali di kemudian hari.

Akan tetapi, kita perlu belajar marah secara anggun, terutama untuk muslimah yang akan menjadi istri dan ibu. Tidakkah merasa sedih ketika anak-anak membenci ibundanya sendiri karena sering marah-marah dengan liar, berkata buruk atau membanting barang?
.
Yang diperlukan untuk marah secara anggun ada 2 hal:

1. Kemampuan menghargai orang lain

Seseorang yang memandang rendah orang lain, akan mudah baginya untuk marah mencak-mencak dan mengatakan hal-hal buruk atau memperlakukan orang tersebut dengan buruk.

Misalnya, seorang ibu yang memandang remeh anaknya… akan mudah mencubit, memukul, memaki, bahkan berteriak pada anaknya sendiri. Akan tetapi seorang ibu yang paham bahwa anaknya adalah titipan Allah yang suatu saat harus ia pertanggungjawabkan, maka ia tidak mungkin marah dengan semena-mena.

Kalaupun harus memberi hukuman, memang sesuai dengan aturan Allah dan RasulNya, tidak berlebihan, tidak menyakiti bahkan sampai membuat anak trauma.

2. Kemampuan menghargai diri sendiri

Seseorang yang bisa menghargai dirinya sendiri takkan mungkin mau mempermalukan dirinya dengan sifat rendah, seperti marah-marah depan umum, mengeluarkan kata umpatan dan makian kasar, karena ia menyadari hal tersebut malah merendahkan harga dirinya di hadapan orang lain.

Ibu yang marahi anaknya di depan umum, harus sadar bahwa suatu saat anaknya bisa ditindas orang lain karena meniru perbuatan sang ibu. Dan juga ia akan mendapat cap tidak menyenangkan dari lingkungan sekitarnya sebagai ibu berperangai buruk.

Oleh sebab itu, seseorang yang bisa marah dengan anggun, sudah pasti orang yang mampu bersifat respek terhadap orang lain maupun dirinya sendiri, dan kemampuan marah yang anggun seperti ini perlu dijadikan kebiasaan oleh setiap muslimah, apapun latar belakangnya .

————————–
Sumber: Materi Seminar Komunikasi Fokma (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia) yang dibawakan oleh Dra. Hj. Dwi Septiawati

Iklan

🐜 *SEMUT & MADU* 🍯

Sebuah kisah…

Setetes madu jatuh di atas tanah.
Konon datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut.
“Hmmm… manis…”

Lalu dia beranjak hendak pergi. Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya.

Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi.

Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.

Read the rest of this entry

Bukti Jujurnya Seorang Muslim Dalam Mencintai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam

🌴 *Mutiara Hadits* 🌴

📒 *الحديث الأول*📒

عَنْ أَبِي هُرَيْرَة َ-رضي الله عنه- أَنَّ رَسولَ الله – صلى الله عليه وسلم- قال :  مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Di antara umatku yang paling mencintaiku adalah, orang-orang yang hidup setelahku. Salah seorang dari mereka sangat ingin melihatku, walaupun menebus dengan keluarga dan harta”. (HR Muslim, kitab al Jannah wa Shifat Na’imiha wa Ahliha, Bab Fiman Yawaddu Ru’yat an Nabi bi Ahlihi wa Malihi)

👤 *Biografi Perowi*

Beliau adalah sahabat yang mulia bernama asli Abdurrahman bin Shokhr Addausi yg digelari dg nama Abu Hurairah.
Beliau masuk islam pada tahun ke tujuh Hijriyah beliau senantiasa menyertai Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam sampai kemudian Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam mendoakannya agar menguasai ilmu dan hadits, sejarah mencatatnya sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits yaitu sekitar 5374 hadits.
Beliau- Radhiyallahu ‘anhu- wafat pada tahun ke (57) Hijriyah. Read the rest of this entry

Sebagaimana engkau berperilaku, maka demikianlah engkau akan diperlakukan

_*”Siapa yang menanam, dia yang akan mengetam”*_

Ketahuilah bahwa perlakuan orang lain terhadap kita dalam setiap aspek kehidupan merupakan balasan dari perilaku kita sendiri.
Ketika seseorang menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebaikan pula. Dan jika seseorang menanam kejelekan, maka ia akan menuai hasil yang sama.
🔻
Semakin kita menghormati, memperhatikan dan mengakui kebaikan orang lain maka akan semakin besar pula penghormatan, perhatian dan pengakuan orang lain terhadap diri kita.

Sebaliknya ketika kita kerap menyakiti orang lain dengan sikap atau kata² kita maka perlakuan itu pula yang akan kita dapatkan dari orang lain.

🔻
الجزاء من جنس العمل
Balasan sesuai dengan jenis perbuatan
🔻
Oleh sebab itu…
Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.
🔻
Ketahuilah, kebahagiaan itu terletak dalam bagaimana kita membahagiakan orang lain.
🔻
Tidaklah dikatakan cerdas orang yang ingin dihormati orang lain sementara dia menginginkan orang lain terpuruk.

Ingat…❗
كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ
Sebagaimana engkau berperilaku, maka demikianlah engkau akan diperlakukan.

🌿 Yuk berintrospeksi diri…
___________________
✍🏻 Aisyah Ummu Haitsam

kehidupan itu layaknya setangkai mawar

 
img_20161211_091004
🌹                                              
الحياة كالوردة
kehidupan itu layaknya setangkai mawar
🌹
حين تشم عبيرها
saat kau cium aromanya
🌹
تنطلق إلى الخيال
melambunglah kau ke alam khayal
🌹
وحين يدميك شوكها
dan saat durinya membuatmu terluka
🌹
ترجع إلى الحقيقة
kaupun kembali kepada kenyataan
🌹
فلا تجعل عبير الدنيا ينسيك الطاعة
maka janganlah kau jadikan semerbaknya dunia melenakanmu dari keta’atan
🌹
ولا تجعل وخز الأشواك يقنطك من رحمة الله
dan jangan jadikan tusukan durinya membuatmu berputus asa dari rahmat Allah
🌹
Translated By: aisyah ummu haitsam
Villa alma-tuq indah 11/12/16

BAHAYA HASAD

hatiHasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain. Bukanlah definisi yang tepat untuk hasad adalah mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, bahkan semata-mata merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain itu sudah terhitung hasad baik diiringi harapan agar nikmat tersebut hilang ataupun sekedar merasa tidak suka. Demikianlah hasil pengkajian yang dilakukan oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau menegaskan bahwa definisi hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.

Ini adalah penyakit hati yang berbahaya dan sedikit sekali orang yang selamat darinya

Hasad memiliki banyak bahaya di antaranya:

Read the rest of this entry

Selektif dalam memilih sahabat karib

16-03-04-12-12-13-884_deco

BERILAH 70 UDZUR

 

Oleh: Ust. Badrusalam, Lc

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.”

(HR Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344).

Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata, “Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.”

(HR Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah).

Umar bin al Khathab berkata: “Janganlah kamu berburuk sangka dari kata-kata yang tidak baik yang keluar dari mulut saudaramu, sementara kamu masih bisa menemukan makna lain yang baik..”

Sering kali kita mengucapkan kata-kata yang tak baik..

Atau tak enak ditelinga..

Terkadang membuat hati kita pilu..

Atau berburuk sangka padanya..

Namun.. Seorang mukmin selalu memberi udzur kepada saudaranya.. Seraya berucap:

Barangkali dia bercanda.. Barangkali dia tak bermaksud menyakiti..

Barangkali dia ingin membahagiakan temannya..

Dan sejuta udzur lainnya..

Saudaraku..

Manusia adalah tempat kesalahan…

Sebagaimana orang lain berbuat salah..

Kita pun banyak kesalahan.. Barangkali lebih banyak lagi..

Bila kita suka orang lain berbaik sangka kepada kita..

Tidakkah kita suka untuk tidak berburuk sangka kepada dia..

Barakallahu fiikum..