๐Ÿœ *SEMUT & MADU* ๐Ÿฏ

Sebuah kisahโ€ฆ

Setetes madu jatuh di atas tanah.
Konon datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut.
“Hmmm… manis…”

Lalu dia beranjak hendak pergi. Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya.

Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi.

Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.


Dia pikir, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya lagi dan lagi. Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu.

Ternyata…

Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan tanah.
Dan…

Tentu saja tak bisa bergerak. Malang nian, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.

Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab :

ู…ุง ุงู„ุฏู†ูŠุง ุฅู„ุง ู‚ุทุฑุฉ ุนุณู„ ูƒุจูŠุฑุฉ
ูู…ู† ุงูƒุชูู‰ ุจุงุฑุชุดุงู ุงู„ู‚ู„ูŠู„ ู…ู† ุนุณู„ู‡ุง ู†ุฌุง
ูˆู…ู† ุบุฑู‚ ููŠ ุจุญุฑ ุนุณู„ู‡ุง ู‡ู„ูƒ

Tidaklah kenikmatan dunia, melainkan bagai setetes besar dari madu.
Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat.
Namun siapa yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa.

___________________________
Ditranskrip dari yufid.tv (edited)

“`Alfaqรญrah ilรก ‘afwillahi“`
Aisyah Ummu Haitsam
(@mazeyya_almakkiyya)
๐ŸŒ asya84.wordpress.com

Posted on 4 Desember 2017, in Fawa'id, Mutiara Hikmah, Renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: