Tak Ada Sehelai Daunpun Yang Gugur Ke Bumi, Melainkan dengan Izin Allah Jalla Wa ‘Alaa

 

Scene # 1

Perjalanan  hidup ini senantiasa bertabur ujian dan cobaan,

keinginan dan harapan tidak semuanya tergapai,

namun tidak pula seluruhnya kandas,

karena “dunia surga buat orang kafir dan penjara buat orang mu’min”.

Perkara orang mu’min seluruhnya menakjubkan

Jika diberi kenikmatan, ia bersyukur

Maka  syukur itu baik baginya

Dan jika ditimpa musibah, ia bersabar

Maka sabar itu baik baginya

*****                                      

Scene #2

Saat ku mengetuk pintu-pintu langit di keheningan malam

Saat ku benamkan wajah dalam sujud panjang

Tak jemu-jemunya aku memohon dianugerahi seorang anak perempuan

Hingga tiba saatnya Rabbku yang Maha Kuasa

Memperkenankan harapanku

Seorang bayi perempuan nan cantik tlah lahir dari rahimku931201417943

Deretan hari-hari kulalui dengan penuh semangat

Saat fajar mulai merangkak naik

Tawa renyah putri  kecilku senantiasa menyambut lembaran baru kehidupanku

Putri  kecilku seolah pengisi kehampaan jiwa

Penghibur di kala duka

Juga pelipur hati yang  lara

Semoga Allah memberkahi umurmu sayang..

Semoga Allah melimpahkan Rahmat  & karunia–Nya padamu

Sehingga  engkau tumbuh di bawah naungan islam

Semoga engkau menjadi calon bidadari surga.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

“Segala puji bagi Allah, dimana dengan nikmatnya kebaikan menjadi sempurna.” 

*****

Scene # 3

“Delapan perkara yang senantiasa berjalan dalam kehidupan manusia,

Yang manusia tidak mampu mengelaknya
Pertemuan bergandeng dengan perpisahan,

Kesulitan bergandeng dengan kemudahan,

Kesedihan bergandengan dengan kegembiraan,

dan sakit bergandeng dengan sehat.”

Ketahuilah cobaan hidup bagi seorang mukmin

Bukan merupakan penghinaan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya

Bahkan pertanda cintanya Allah ‘Azza wa Jalla kepadanya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,“Sesungguhnya bila Allah Ta’ala mencintai sekelompok kaum maka Allah akan menguji mereka.”

*****

Scene # 4

Saat fajar mulai merangkak naik di ufuk timur

Tiba-tiba aku dikejutkan dengan kondisi kesehatan putriku yang mendadak turun drastis

Putri kami satu-satunya yang kami harapkan siang & malam

Harus mengalami sakit yang begitu parah

tatapan mata beningnya

senyum & tawa riangnya

tingkah lucunya, lenyap seketika

meskipun kau tak mampu membuka kedua matamu lagi nak..!

tapi aku yakin telingamu masih bisa menangkap  getaran suara yang kubisikan padamu

aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu

dan aku ingin kau juga tahu, bahwa Allah Jalla wa ‘Alaa lebih mencintaimu daripada aku

aku ingin hanya Lafdzul Jalaalah lah yang terakhir singgah di pendengaranmu

maka kulirihkan takbir, tahmid, tasbih dan syahadatain di telinga mungilmu

kulihat sudut matamu menitikkan bulir air mata

tarikan nafasmu mulai memburu tak beraturan

tersengal-sengal seolah kau tengah mendaki tebing yang tinggi

ya Allah.. inikah yang dinamakan  sakaratul maut?

hatiku teriris, air mata ibaku mulai mengalir deras

menyaksikanmu dalam kondisi sangat kepayahan

sakit apa gerangan yang tengah kau rasakan sayangku..!

begitu dahsyatkah sakitmu .. sehingga kelopak matamu tetap dalam keadaan terpejam

di balik ketidakberdayaan diriku aku hanya bisa menumpahkan selaksa kesedihan ini dengan deraian air mata

yang oleh para dokter, air mata seorang ibu ini diartikan sebagai bentuk kepanikan

tidak.. demi Allah …air mata ini adalah air mata kasih sayang seorang ibu

bukan sebuah kepanikan yang menciutkan nyali si kecil untuk bangkit kembali

ibu manapun yang memiliki rasa kasih sayang akan tercabik hatinya

manakala sang buah hati dilanda sakit

apatah lagi jika menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan

saat buah hati tercinta meregang nyawa

 aku hanya bisa pasrahkan segala urusanku padaNya

seraya bergumam  dalam sanubari

Ya Allah jika dalam catatan taqdir-Mu yg tersimpan di lauh mahfudz

engkau akan ambil kembali buah hatiku ini

maka aku ridha dengan segala ketetapan-Mu, karena pada hakikatnya buah hatiku adalah milik-Mu

Tiba-tiba sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam samar-samar terngiang di benakku

✨”Tidak ada seorang wanita dari kalian yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya kecuali hal itu merupakan perlindungan baginya dari api neraka.” Seorang wanita berkata, “Dan dua anak?” Beliau menjawab, “Dan dua anak.” Dalam riwayat Abu Hurairah, “Tiga anak yang belum mencapai usia baligh.” ✨

Seketika di balik kesedihanku, ada binar kebahagiaan yang 

Memancar ⛅mengingat ada pahala besar menanti

Yaa Rabbi…karuniakan kepadaku shabran jamiilan

jadikan buah hatiku simpanan pahala

yang akan menjadi syafa’at di negeri akhirat kelak

sebagai perisai untukku dari jilatan api neraka

nafasmu kini benar-benar terhenti

tubuh mungilmu terbujur kaku

dingin tak berdenyut

sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang Dia ambil

dan kepunyaan Allah jua apa yang Dia beri

sesungguhnya segala sesuatu memiliki batas waktu (ajal) nya masing-masing

sesungguhnya tak ada sehelai daunpun yang gugur ke bumi, melainkan dengan izin-Mu

begitupun tak ada jiwa yang lepas dari kandung badan kecuali atas ketetapan-Mu

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَأخْلِفْلِي خَيْرًا مِنْهَا

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kamipun kepada-Nya akan kembali. Ya Allah karuniakanlah kami pahala atas ketabahan kami menerima musibah ini dan gantikanlah kami dengan yang lebih baik dibanding apa yang telah sirna karena musibah tersebut.”

kuciumi seluruh bagian wajahmu  untuk yang terakhir kalinya

seraya kutatap lekat-lekat rona wajahmu yg begitu indah

seolah-olah tak ingin ada sedikitpun bagian wajahmu yang luput dari memoriku

Sesungguhnya kedua mata ini mencucurkan air mata9312014171056

Dan hati ini bersedih

Akan tetapi  tidak kami ucapkan kecuali apa yang diridhoi Rabb kami

Sungguh kami sangat bersedih berpisah denganmu  wahai Hamsa

*****

Scene # 5

Segala puji bagiMu Ya Allah

Karena engkau  tidak memberiku cobaan yang lebih berat dari ini

Segala puji bagiMu Ya Allah

Karena engkau memberiku kesabaran dalam menghadapi musibah ini

Segala puji bagiMu Ya Allah

Karena aku dapat mengucapkan istirja dan mengharap pahala dariMu

Segala puji bagi-Mu Ya Allah

Karena engkau tidak menjadikannya musibah pada agamaku

*****

Ya Allah..Ya Rahman.. kumpulkanlah kami kembali dengan kedua permata hati kami tersayang di surga-Mu

****#####****

Jum’at mubaarak

My little princess ~ Hamsa’ Mazaya Buldan ~

Lahir: Jum’at, 21 rajab, 1434 H/ 31 mei 2013 M

Wafat: Jum’at, 27 Ramadhan, 1435 H/ 25 Juli 2014 M

 

Posted on 31 Oktober 2014, in Coretan Penaku and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: