Duhai Wanita Mukminah Engkau Adalah Ratu…!

Duhai para wanita, di dalam islam kalian adalah ratu…!

Rumahmu adalah singgasanamu…!

Malumu adalah mahkotamu…!

Wahai para wanita..sungguh kalian adalah ratu dalam islam, betapa berharganya kalian.. sampai  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berwasiat kpd para orang tua untuk merawat kalian. Sebagaimana  sabdanya yg diriwayatkan oleh Imam Muslim,

من عال جاريتين حتى تبلغا جاء يوم القيامة أنا وهو وضّم أصابعه

“Barangsiapa yg merawat dua anak wanitanya dg baik, samapai mrk dewasa, maka aku dan dia dating pada hari qiamat, sambil perpegangan tangan.

Begitu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  berwasiat kpd anak untuk berbakti kepada kalian, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Shahihain; bahwasannya ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Nabi; “Siapakah yang paling berhak untuk diperlakukan dengan baik?” Rasul menjawab: “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu; kemudian ayahmu.”

Bahkan, Rasul pun berwasiat kepada para suami agar bersikap baik terhadap istrinya; dan beliau pun mencela suami yang memarahi istrinya atau bersikap buruk terhadapnya. Dalam riwayat Muslim dan At-Tirmidzi disebutkan; bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda; “Ingatlah, hendaknya kalian berlaku baik terhadap para istri! Ingatlah, hendaknya kalian berlaku baik terhadap para istri!”

Dalam riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, Rasul pun bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Orang yang terbaik di antara kalian, adalah orang yang paling baik memperlakukan istrinya. Dan aku adalah orang yang paling baik memperlakukan istriku.”

Karena wanita di dalam islam itu ratu.. maka Allah Jalla wa ‘alaa memerintahkan mereka untuk menetap di dalam rumah, tidak berkeliaran seperti wanita-wanita fasik dan kafir. Tidak bersolek dan menampakan perhiasan dirinya pada selain laki-laki yang telah Allah pilihkan untuknya.

 وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيراً. الأحزاب: 33

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Karena wanita di dalam islam itu ratu.. maka Allah Jalla wa ‘alaa perintahkan mereka untuk berhijab dan menutup diri dari laki-laki ajnabi, supaya mereka dikenal sebagai wanita baik-baik.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاﯕ  الأحزاب: ٥٩

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

 

Karena wanita di dalam islam itu ratu…mereka tidak dibebankan untuk bekerja mencari nafkah.

Di dalam islam..Jika wanita itu sebagai seorang istri, maka suaminyalah yang bertanggungjawab atas nafkah dan perawatan dirinya, bahkah suaminya jugalah yg bertanggungjawab melindungi jiwa dan kehormatannya.

Namun jika wanita itu belum bersuami maka yang bertanggung jawab menjaga dan melindunginya adalah ayah dan saudara laki-lakinya, atau wali-wali mereka yg lain.

Tapi…dengan segenap penghormatan yang melimpah itu, dimanakah posisi wanita saat ini…???

Kenapa mereka terjerumus ke dalam pelanggaran-pelanggaran syar’i, dalam cara berpakaian, berbicara, bergaul dan tontonan-tontonannya.

Saudariku…! Begitu banyak contoh wanita yang di puji oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  dengan sebab keimanannya. Apakah kita tidak ingin seperti mereka? Apakah pahala lima puluh orang sahabat bagi orang yang beramal shaleh di akhir zaman tak cukup menggiurkan bagi kita untuk melaksanakan kebaikan???

Karena wanita di dalam islam begitu berharga dan dimuliakan maka tidak diperkenankan mata liar para lelaki bebas menikmati dan menjamahnya, kecuali laki-laki yang telah Allah halalkan baginya.

Renungkanlah duhai para wanita…!!!

Allah Jalla wa ‘alaa Maha Tahu kebaikan buat Hamba-Nya…maka ta’atilah Dia…!!!

Tidak layak bagi wanita mukminah apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, maka mereka mencari pilihan lain untuk urusan mereka…!!!

)**(——)**(——)**(

By: Aisyah Ummu Haitsam

Alma’tuq, 07 Juli 2012

Artikel: https://asya84.wordpress.com/

Posted on 7 Juli 2012, in Coretan Penaku, Renungan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. bismillah.subhanallaah.tulisan yang sangat menarik.baarokallahufiyki.

  2. assalaamu’alaikum.umm ijin share y.syukron jazaakillaah khoir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: