Monthly Archives: Februari 2012

RAHASIA MENJADI WANITA TELADAN

Adakalanya perjalanan rumah tangga itu mandeg, kehidupan rumah tangga yang kita cita-citakan harapannya pupus, tidak bahagia.. , kenapa…? karena bahagia yang bisa diukur dari rasa puas, tentram, senang dan damainya hati sesungguhnya bukan merupakan pemberian siapa-siapa, melainkan sebuah pilihan. Karena bahagia ada dalam diri kita masing-masing dan yang menciptakan kesengsaraan adalah kita sendiri

Ada sebagian wanita yang apabila mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan dari suaminya, lantas dia mengatakan: “selama saya hidup denganmu tidak pernah merasakan kebahagiaan”. Bahagia itu yang menciptakan diri kita sendiri, biarpun orang di sekitar kita sudah baik tetapi kalau kita bawaannya curiga terus dengan orang di sekitar kita, maka bisa menerbitkan ketidakbahagiaan, dengan kata lain,  kalau kita memperbaiki muka kita, maka kaca dengan sendirinya akan cantik, tapi kalau misalnya muka kita blepotan atau dandanan kita tidak bersahaja maka kaca sebaik apapun tidak akan bisa membenahi muka kita, yg membenahi muka kita adalah diri kita sendiri, setelah itu kita ngaca, ternyata.., oh cantik juga ya saya…. Read the rest of this entry

JURUS JITU MENDIDIK ANAK { 5/5 – Selesai }

JURUS KELIMA: MENDIDIK ANAK PERLU IRINGAN DOA

Beberapa saat lalu saya mampir shalat Jumat di masjid salah satu perumahan di bilangan Sokaraja Banyumas. Di sela-sela khutbahnya, khatib bercerita tentang kejadian yang menimpa sepasang suami istri. Keduanya terkena stroke, namun sudah sekian bulan tidak ada satupun di antara anaknya yang datang menjenguk. Manakala dibesuk oleh si khatib, sang bapak bercerita sambil menangis terisak, “Mungkin Allah telah mengabulkan doa saya. Sekarang inilah saya merasakan akibat dari doa saya! Dahulu saya selalu berdoa agar anak-anak saya jadi ‘orang’. Berhasil, kaya, sukses, dan seterusnya. Benar, ternyata Allah mengabulkan seluruh permintaan saya. Semua anak saya sekarang menjadi orang kaya dan berhasil. Mereka tinggal di berbagai pulau di tanah air, jauh dari saya. Memang mereka semua mengirimkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit dan semua menelpon saya untuk segera berobat. Namun, bukan itu yang saya butuhkan saat ini. Saya ingin belaian kasih saying tangan mereka. Saya ingin dirawat dan ditunggu mereka, sebagaimana dulu saya merawat mereka”. Read the rest of this entry