Monthly Archives: Desember 2010

Benarkah Suara Wanita ‘Aurat?

Pertanyaan:

Ada yang mengatakan sesungguhnya suara wanita itu ‘aurat, apakah hal itu benar?

Jawaban Lajnah Da’imah:

Wanita itu tempat menunaikan hajat laki-laki. Laki-laki itu condong kepada wanita dengan dorongan naluri syahwat. Maka apabila seorang wanita berlaku genit di dalam kata-katanya  maka fitnahnya semakin menjadi-jadi bagi para lelaki. Oleh karena itu Allah memerintahkan orang-orang  mu’min apabila mau meminta suatu keperluan kepada wanita supaya memintanya di balik tabir, Allah berfirman:

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih Suci bagi hatimu dan hati mereka.”(Al-Ahzâb: 53)

Read the rest of this entry

Kesalahan Dalam Menyingkat Ucapan Salam

Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Seringkali seseorang mengawali tulisan dalam sms atau e-mail yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti “Asw” atau “Aslm“. Ada yang sedikit lebih panjang seperti : “ Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb”. Bahkan paling banyak kita dapati adalah kata “Ass“. Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Padahal ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau kita mengerti artinya. Marilah kita simak makna singkatan ini. Read the rest of this entry

FATWA ULAMA TENTANG HUKUM MENYINGKAT KATA ASS, WR.WB, SWT DAN SAW

Sering kita jumpai di kartu undangan pernikahan, majalah, surat kabar atau tulisan lainnya yang menyingkat SAW, SWT, Ass.wr.wb dari kata-kata Rasulullah SAW, Allah SWT, termasuk salam Ass.wr.wb yang merupakan pujian kepada Allah ( سبحانه وتعالى), shalawat dan salam (صلى ا لله عليه وسلم) juga do’a (السلام عليكم), dan bagaimana hukum menyingkat penulisan SAW, SWT, As.wr.wb tersebut, simak fatwa ulama berikut.

Apa hukum masalah ini?

Tidak boleh untuk menyingkat salam secara umum dalam tulisan, sebagaimana tidak boleh pula menyingkat shalawat dan salam atas Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak boleh pula menyingkat yang selain ini dalam pembicaraan. Diterjemahkan dari http://www.Bakkah.net Fatwa Lajnah Ad-Daimah (Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia)

Bolehkah menulis huruf SAW yang maksudnya shalawat (ucapan shallallahu ‘alaihi wasallam). Dan apa alasannya? Read the rest of this entry

Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur kepada Allah

Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.

Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu ‘anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik. Read the rest of this entry

Sup Iga Goreng

Bahan:
500 gr tulang iga (saya tambahkan tetelan juga)
garam  secukupnya
2 siung bawang putih, geprek

3 btr cengkeh
1 cm jahe, geprek
1/2 cm pala
1500 ml air

minyak goreng, secukupunya + 1 sdm mentega

2 buah wortel, potong bulat 2 cm
1 buah kentang, potong dadu 2 cm
1 btg seledri, potong 2 cm
1 btg daun bawang, potong 2 cm
1 buah tomat, potong 4

Bumbu, haluskan:
5 bawang merah
2 bawang putih
1 cm jahe
1 sdt merica
garam

Pelengkap:
bawang goreng
sambel cabe rawit

Cara membuat:
Rebus iga bersama garam, bawang putih, jahe, cengkeh dan pala hingga empuk, sisihkan kaldunya
Panaskan minyak + mentega, kemudian goreng iga hingga kecoklatan. Sisihkan
Dengan menggunakan sedikit minyak bekas menggoreng iga, tumis bumbu halus hingga harum.
Kemudian masukkan ke dalam kaldu.
Masak kembali kaldu dgn api kecil sampai bumbu benar2 menyerap.
Bila menghendaki kaldu yg bening, saring kaldu.
Tambahkan wortel dan kentang, rebus hingga cukup matang.
Setelah sayuran matang, masukkan seledri, bawang daun dan tomat kedalamnya. Cicipi rasanya.
Sajikan segera bersama pelengkap lainnya.

Note:
Masukkan iga goreng ke dlm kaldu sesaat akan disajikan