Istriku Bukan Bidadari, Tapi Akupun Bukan Malaikat

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulillah Shalallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan sahabatnya.

Anda telah berkeluarga? Bagaimana pengalaman anda selama mengarungi bahtera rumah tangga? Semulus dan seindah yang anda bayangkan dahulu?

Mungkin saja anda menjawab: Tidak.

Akan tetapi izinkan saya berbeda dengan anda: ya, bahkan lebih indah dari yang saya bayangkan sebelumnya.

Saudaraku! Kehidupan rumah tangga memang penuh dengan dinamika, lika-liku dan pasang surut. Kadang anda senang, dan kadang anda bersedih. Tidak jarang anda tersenyum di hadapan pasangan anda, dan kadang kala anda cemberut dan ber masam muka.

Bukankah demikian saudaraku?

Berbagai tantangan dan tanggung jawab dalam rumah tangga senantiasa menghiasi hari-hari anda. Semakin lama umur pernikahan anda, maka semakin berat dan bertambah banyak perjuangan yang harus anda tunaikan.

Tanggung jawab terhadap putra-putri, pekerjaan, karib kerabat, masyarakat dan lain sebagainya.

Dan diantara tanggung jawab yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan anda ialah tanggung jawab terhadap pasangan hidup anda.

Sebelum menikah, sah-sah saja anda sebagai calon suami membayangkan bahwa pasangan hidup anda cantik rupawan, bangsawan, kaya raya, patuh, pandai mengurus rumah, penyayang, tanggap, sabar dan berbagai gambaran indah.

Bukankah demikian saudaraku?

(تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ( متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita  dinikahi karena empat pertimbangan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaknya engkau lebih memilih wanita yang beragama, niscaya engkau beruntung.” Muttafaqun ‘alaih

Al Qurthubi menjelaskan makna hadits ini dengan berkata: “Empat pertimbangan inilah yang biasanya mendorong seorang lelaki untuk menikahi seorang wanita. Dengan demikian hadits ini sebatas kabar tentang fakta yang terjadi di masyarakat, dan bukan perintah untuk menjadikannya sebagai pertimbangan. Dan secara tekstual hadits ini, menunjukkan bahwa dibolehkan menikahi seorang wanita dengan keempat pertimbangan itu . Akan tetapi hendaknya pertimbangan agama lebih didahulukan.”

Keterangan Al Qurthubi ini semakna dengan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Amer Al ‘Ash radhiallahu ‘anhu, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(لاَ تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلاَ تَزَوَّجُوهُنَّ لأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ)

Janganlah engkau menikahi wanita hanya karena kecantikan parasnya, karena bisa saja parasnya yang cantik menjadikannya sengsara. Jangan pula engkau menikahinya karena harta kekayaannya, karena bisa saja harta kekayaan yang ia miliki menjadikan lupa daratan. Akan tetapi hendaknya engkau menikahinya karena pertimbangan agamanya. Dan sungguhlah seorang budak wanita berhidung pesek, dan berkulit hitam akan tetapi ia patuh beragama, lebih utama dibanding mereka semua.” Riwayat Ibnu majah dan oleh Al Albani dinyatakan sebagai hadits yang lemah.

Akan tetapi sekarang, setelah anda menikah, terwujudkah seluruh impian dan gambaran yang dahulu terlukis dalam lamunan anda?

Bila benar-benar seluruh impian anda terwujud pada pasangan hidup anda , maka saya turut mengucapkan selamat berbahagia di dunia dan akhirat. Dan bila tidak, maka tidak perlu berkecil hati atau kecewa.

Saudaraku! Besarkan hati anda, karena nasib serupa tidak hanya menimpa anda seorang, akan tetapi juga menimpa kebanyakan umat manusia.

عَنْ أَبِى مُوسَى – رضى الله عنه – قَالَ رَقَالَ سُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ( كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلاَّ آسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ ، وَمَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ ، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ)  متفق عليه

Abu Musa radhiallahu ‘anhu menuturkan: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam  bersabda: “Banyak lelaki yang berhasil menggapai kesempurnaan, sedangkan tidaklah ada dari wanita yang berhasil menggapainya kecuali Asiyah istri Fir’aun, dan Maryam binti Imran. Dan sesungguhnya kelebihan ‘Aisyah dibanding wanita lainnya bagaikan kelebihan bubur daging([1]) dibanding makanan lainnya.” Muttafaqun ‘alaih

Saudaraku! Berbahagia dan berbanggalah dengan pasangan hidup anda, karena pasangan hidup anda adalah wanita terbaik untuk anda.

Anda tidak percaya? Silahkan anda membuktikannya. Bacalah sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berikut ini, lalu terapkanlah pada istri anda.

(لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا آخَرَ ( رواه مسلم

“Tidak pantas lelaki yang beriman meremehkan wanita yang beriman, bila ia tidak menyukai satu perangai darinya, pasti ia puas dengan perangainya yang lain.” Riwayat Muslim.

Saudaraku! Anda kecewa karena istri anda kurang pandai memasak? Tidak perlu kawatir, karena ternyata istri anda adalah penyayang.

Anda kurang puas dengan istri anda yang kurang pandai mengurus rumah, dan kurang sabar? Tidak usah berkecil hati, karena ia begitu cantik rupawan.

Anda berkecil hati karena istri anda kurang cantik? Segera besarkan hati anda, karena ternyata istri anda subur sehingga anda mendapatkan karunia keturunan yang sholeh dan sholehah. Coba anda bayangkan betapa besar penderitaan anda bila anda menikahi wanita cantik akan tetapi mandul?

Demikianlah seterusnya.

Tidak etis dan tidak manusiawi bila anda hanya pandai mengorek kekurangan istri, akan tetapi anda tidak mahir dalam menemukan kelebihan-kelebihannya. Buktikan saudaraku, bahwa anda benar-benar seorang suami yang berjiwa besar, sehingga anda peka dan lihai dalam membaca kelebihan pasangan anda.

Dahulu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam begitu peka dan mahir dalam membaca segala hal, termasuk suasana hati istrinya. ‘Aisyah mengisahkan:

قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – : (إِنِّى لأَعْلَمُ إِذَا كُنْتِ عَنِّى رَاضِيَةً ، وَإِذَا كُنْتِ عَلَىَّ غَضْبَى) . قَالَتْ: فَقُلْتُ مِنْ أَيْنَ تَعْرِفُ ذَلِكَ فَقَالَ: ( أَمَّا إِذَا كُنْتِ عَنِّى رَاضِيَةً فَإِنَّكِ تَقُولِينَ لاَ وَرَبِّ مُحَمَّدٍ ، وَإِذَا كُنْتِ غَضْبَى قُلْتِ لاَ وَرَبِّ إِبْرَاهِيمَ) . قَالَتْ:  قُلْتُ أَجَلْ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، مَا أَهْجُرُ إِلاَّ اسْمَكَ. متفق عليه

“Pada suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Sungguh aku mengetahui bila engkau ridha kepadaku demikian pula bila engkau sedang marah kepadaku.” Spotan ‘Aisyah bertanya: Darimana engkau dapat mengetahui hal itu? Rasulullah menjawab: “Bila engkau sedang ridha kepadaku, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata: Tidak, demi Tuhan Muhammad, dan bila engkau sedang dirundung amarah, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata, tidak demi Tuhan Ibrahim. Mendengar penjelasan ini, ‘Aisyah menimpalinya dan berkata: Benar, sungguh demi Allah, wahai Rasulullah, ketika aku marah, tiada yang aku tinggalkan, kecuali namamu saja.” Muttafaqun ‘alaih

Demikianlah teladan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau begitu peka dnegan suasana hati istrinya, sehingga beliau bisa membaca isi hati istrinya dari ucapan sumpahnya. Walaupun ‘Aisyah berusaha untuk menyembunyikan isi hatinya, tetap bermanis muka, senantiasa berada di sanding Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam , dan berbicara seperti biasa, akan tetapi Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dapat menebak suasana hatinya dari perubahan cara bersumpah. Luar biasa, perhatian, kejelian dan kepekaan yang tidak ada bandingnya.

Tidak heran bila beliau bersabda:

(خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى) رواه الترمذي

“Orang terbaik diantara kalian ialah orang yang terbaik dalam memperlakukan istrinya, dan aku adalah orang terbaik dari kalian dalam memperlakukan istriku.” Riwayat At Tirmizy.

Bagaimana dengan anda  saudaraku! Dengan apa anda dapat mengenali dan meraba suasana hati pasangan anda?

Saudaraku, tidak ada salahnya bila sejenak anda kembali memutar lamunan dan gambaran tentang istri ideal dan idaman yang pernah singgah dalam benak anda. Selanjutnya bandingkan gambaran istri idaman anda dengan gambaran Rasulullah r tentang kaum wanita berikut ini:

« الْمَرْأَةُ كَالضِّلَعِ ، إِنْ أَقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا ، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ » متفق عليه

“Wanita itu bagaikan tulang rusuk, bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah, dan bila engkau bersenang-senang dengannya, niscaya engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan ia adalah bengkok.” Muttafaqun ‘alaih

Pada riwayat lain, beliau Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَسْتَقِيمُ لَكَ الْمَرْأَةُ عَلَى خَلِيقَةٍ وَاحِدَةٍ وَإِنَّمَا هِىَ كَالضِّلَعُ إِنْ تُقِمْهَا تَكْسِرْهَا وَإِنْ تَتْرُكْهَا تَسْتَمْتِعْ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ رواه أحمد .

“Tidak mungkin istrimu kuasa bertahan dalam satu keadaan, sesungguhnya wanita itu bak tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskan, niscaya engkau menjadikannya patah. Dan bila engkau biarkan begitu saja, maka akau dapat bersenang-senang dengannya, (akan tetapi hendaknya engkau ingat) ia adalah bengkok. Riwayat Ahmad

Nah, sekarang, silahkan anda mengorek memori anda tentang wanita pendamping hidup anda. Temukan berbagai kelebihan padanya, dan selanjutnya tersenyumlah, karena ternyata istri anda memiliki banyak kelebihan.

Dan bila pada suatu hari anda merasa tergoda oleh kecantikan wanita lain, maka ketahuilah bahwa apa yang dimiliki oleh wanita itu ternyata juga telah dimiliki oleh istri anda. Maka bergegaslah untuk membuktikan hal ini pada istri anda. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِى مَعَهَا) رواه الترمذي

“Bila engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segera engkau mendatangi istrimu, karena sesungguhnya istrimu memiliki seluruh apa yang dimiliki oleh wanita yang engkau lihat itu.” Riwayat At Tirmizy

Demikianlah caranya agar anda dapat senantiasa puas dan bangga dengan pasangan hidup anda. Anda selalu dapat merasa bahwa  ladang anda nampak hijau sehijau ladang tetangga dan bahkan lebih hijau.

Selamat berbahagia dengan pasangan hidup yang telah Allah karuniakan kepada anda, semoga Allah memberkahi bahtera rumah tangga anda.

Sebaliknya, sebagai calon istri, anda juga berhak untuk mendambakan pasangan hidup yang tampan, gagah, kaya raya, pandai, berkedudukan tinggi, penuh perhatian, setia, penyantun, dermawan dan lain sebagainya.

Betapa indahnya gambaran rumah tangga anda dan betapa istemewa pasangan hidup anda anda, andai gambaran anda ini dapat terwujud. Bukankah demikian saudariku?

Saudariku, setelah anda menikah, benarkah seluruh kreteria suami ideal yang pernah menghiasi lamunan anda ini terwujud pada pasangan hidup anda?

Bila benar terwujud, maka saya ucapkan selamat berbahagia di dunia dan akhirat, dan bila tidak, maka tidak perlu berkecil hati.

Besarkan hatimu saudariku! Percayalah bahwa pada pasangan hidup anda ternyata terdapat banyak kelebihan.

Bila selama ini saudari ciut hati karena suami anda miskin harta, maka tidak perlu kawatir, karena ia penuh dengan perhatian dan tanggung jawab.

Bila selama ini saudari kecewa karena suami ternyata kurang tampan, maka percayalah bahwa ia setia dan betanggung jawab.

Andai selama ini saudari kurang puas karena suami anda kurang perhatian dengan urusan dalam rumah, akan tetapi ia begitu membanggakan dalam urusan luar rumah.

Dan andai selama ini sikap suami terhadap anda kurang simpatik, maka tidak perlu hanyut dalam duka dan kekecawaan, karena ia masih punya jasa baik yang tidak ternilai dengan harta. Suami anda ternyata selama ini telah menjaga kehormatan anda, menjadi penyebab anda merasakan kebahagiaan menimang putra-putri anda.

Saudariku, tidak perlu anda hanyut dalam kekecewaan karena suatu hal  yang ada pada diri suami anda. Betapa banyak kelebihan-kelebihan yang ada padanya. Berbahagia dan nikmatilah kedamiaan hidup rumah tangga bersamanya.

Berlarut-larut dalam kekecewaan terhadap suatu perangai suami anda dapat menghancurkan segala keindahan dalam rumah  tangga anda. Bukan hanya hancur di dunia, bahkan berkelanjutan hingga di akhirat kelak.

Saudariku! Simaklah peringatan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berikut ini, agar anda dapat menjadikan bahtera rumah tangga anda seindah yang anda dambakan:

(أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ) قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ ؟ قَالَ: (يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ) متفق عليه

“Aku diberik kesempatan untuk menengo ke dalam neraka, dan ternyata kebanyakan penghuninya ialah para wanita, akibat ulah mereka yang selalu kufur/ingkar” Spontan para sahabat bertanya: Apakah yang engkau maksud mereka kufur/ingkar kepada Allah? Beliau menjawab: Mereka terbiasa ingkar terhadap perilaku baik suami, dan ingkar terhadap jasa baik. Andai engkau berbuat baik kepada mereka seumur hidupmu, lalu ia mendapatkan suatu hal padamu. Niscaya begitu mudah mereka berkata: Aku tidak pernah mendapatkan kebaikan sedikitpun darimu.” Muttafaqun ‘alaih

Anda mendambakan kebahagian dalam rumah tangga?

Temukan kebahagian hidup dan berumah tangga terletak pada genggaman tangan suami anda. Pandai-pandailah membawa diri, sehingga suami anda rela membentangkan kedua telapak tangannya, dan memberikan kebahagian berumah tangga kepada anda.

Percayalah saudariku, suami anda adalah pasangan terbaik untuk anda.

(إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ) رواه أحمد وغيره

“Bila seorang istri telah mendirikan sholat lima waktu, berpuasa bulan ramadhan, menjaga kesucian dirinya, dan taat kepada suaminya, niscaya kelak akan dikatakan kepadanya: silahkan engkau masuk ke Surga dari pintu manapun yang engkau suka.” Riwayat Ahmad dan lainnya.

Tidakkah anda mendambakan termasuk orang-orang mukminah yang mendapatkan kebebasan masuk surga dari pintu yang manapun?

Kunci Keberhasilan Rumah Tangga

Saudaraku! mungkin selama ini anda bersama pasangan hidup anda, terus berusaha mencari pola rumah tangga yang dapat mendatangkan kebahagiaan untuk anda berdua.

Anda berhasil menemukannya?

Bila anda berhasil maka saya ucapkan selamat berbahagia. Dan bila belum, maka segera temukan kunci keberhasilan rumah tangga anda pada firman Allah berikut:

(وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ) البقرة 228

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.”Al Baqarah 228

Hak pasangan anda setimpal dengan kewajiban yang ia tunaikan kepada anda. Semakin banyak anda menuntut hak anda, maka semakin banyak pula kewajiban yang harus anda tunaikan untuknya.

Sahabat Abdullah bin ‘Abbas memberikan contoh nyata dari aplikasi ayat ini dalam rumah tangganya. Pada suatu hari, beliau berkata: “Sesungguhnya aku senang untuk berdandan demi istriku, sebagaimana akupun senang bila istriku berdandan demiku, karena Allah Ta’ala telah berfirman:

(وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ)

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf”. Dan aku tidak ingin menuntut seluruh hakku atas istriku, karena Allah juga telah berfirman

وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ)

“Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan At Thabari)

Bagaimana dengan dirimu saudara/riku! Kapankah anda berdandan, ketika sedang berada di rumah atau ketika hendak keluar rumah? Selama ini sejatinya untuk siapa anda berdandan?    Benarkah anda berdandan untuk pasangan anda, ataukah anda berdandan dan tampil menawan untuk orang lain?

Saudaraku! Bahu-membahu, saling melengkapi kekurangan, dan saling pengertian adalah salah satu prinsip dasar dalam membangun rumah tangga. Tidak layak bagi anda untuk berperan sebagai penonton setia ketika pasangan anda sedang mengerjakan pekerjaannya. Usahakan sebisa anda untuk turut  menyelesaikan pekerjaannya. Demikianlah dahulu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan dalam rumah tangga beliau.

‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengisahkan:

(كَانَ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ ، فَإِذَا سَمِعَ الأَذَانَ خَرَجَ) رواه البخاري

“Dahulu Nabi r mengerjakan sebagian pekerjaan istrinya, dan bila ia mendengar suara azan dikumandangkan, maka ia bergegas menuju ke masjid.” Riwayat Bukhari

Saudaraku! Constance Gager, ketua studi sekaligus asistent profesor di Montclair State University, Montclair, New Jersey mengadakan penelitian tentang hubungan perilaku suami-istri dengan keromantisan dalam bercinta. Ia mengelompokkan para suami yang menjadi obyek penelitiannya ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama adalah suami-suami yang tidak peduli dan jarang membantu pekerjaan istri. Kelompok kedua adalah suami-suami yang sering turut serta dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga istri.

Dan hasil luar biasa, suami di kelompok kedua, yaitu yang sering membantu pekerjaan istrinya, terbukti lebih romantis dan lebih sering memadu cinta dengan pasangannya. Hubungan yang harmonis, dan indah begitu kental dalam rumah tangga mereka.

Sejatinya, penemuan ini bukanlah hal baru, karena secara logika suami yang dengan rendah hati membantu pekerjaan istrinya pastilah lebih dicintai oleh istrinya. Dan tentu ini memiliki hubungan erat dengan keromantisan suami istri dalam bercinta.

Sebaliknya, istri yang peduli dengan pekerjaan suami, pun akan mengalami hal yang sama.

Nah bagaimana dengan diri anda saudaraku!

Selamat membuktikan resep manjur ini, semoga berbahagia dan hubungan anda berdua semakin romantis dan harmonis.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi anda, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Wallahu a’alam bisshawab.

*************

Penulis : Muhammad Arifin bin Baderi, M.A.


[1] ) Para ulama’ pensyarah hadits menjelaskan bahwa bubur daging adalah makanan paling istimewa di zaman Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallamr, terlebih-lebih bubur daging mudah pembuatannya dan selanjutnya mudah pula menelannya.

Posted on 15 November 2010, in Romantika Rumah Tangga and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: