Monthly Archives: November 2010

Risalah Lengkap Tentang Haid dan Hukum-Hukum Seputarnya (Plus cara mandi Besar)

Banyak wanita yang bingung dengan masa haidnya, ada yang bilang haidnya terputus-putus, sampai dia harus keramas beberapa kali. Ada yang mengalami perubahan siklus, kadang maju kadang mundur. Bahkan banyak juga wanita yang masih bingung membedakan antara darah haid dan istihadhah. Tulisan dibawah ini berusaha mengupas lebih detail tentang darah-darah kebiasaan wanita diatas. Berilmu tentangnya sangat diperlukan bagi wanita, karena hukum-hukum seputar darah tersebut berkaitan langsung dengan hukum shalat, puasa, haji, pernikahan dan warisan. Cukup lah yang disebut wanita cerdas itu wanita yang tahu kebutuhan dirinya untuk akhiratnya.

Haid dan Hikmahnya

Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir. Dan menurut istilah Syara’ ialah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena sesuatu sebab, dan pada waktu tertentu. Pembatasan pada pengertian terakhir ini sangat diperlukan, untuk dapat membedakan antara darah haid, istihadhah dan nifas. Dimana ketiganya lazim dialami oleh kaum wanita. Darah haid bersifat normal, bukan disebabkan oleh suatu penyakit, luka, keguguran atau pun kelahiran.

Seperti yang kita ketahui, darah haid berasal dari penebalan dinding rahim untuk mempersiapkan proses pembentukan janin yang nantinya berfungsi sebagai sumber makanan bagi janin yang ada dalam kandungan seorang ibu. Oleh karenanya, seorang wanita yang hamil, tidak akan mendapatkan haid lagi, Begitu juga dengan wanita yang menyusui, biasanya tidak akan mendapatkannya terutama diawal masa penyusuan. Adapun hikmah yang bisa kita petik didalamnya adalah Maha Mulia Allah, Dialah sebaik-baiknya pencipta, yang telah menciptakan gumpalan darah di rahim seorang ibu sebagai sumber makanan instant bagi janin didalamnya, yang tentu saja dia belum bisa mencerna makanan apalagi mendapatkan makanan dari luar kandungan. Maha Bijaksana Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah mengeluarkan darah tersebut dari rahim seorang wanita yang tidak hamil melalui siklus haid karena memang tidak membutuhkannya. Dengan begitu, kondisi rahim seorang wanita akan selalu siap bila ada janin didalamnya. Read the rest of this entry

Bistik Daging Berkuah Gurih

Bosan dengan menu yang itu-itu terus.., saya coba berkreasi dengan bistik daging ini, alhasil..penghuni rumah pada lahap…apalagi haitsam & humam, bistik daging yang baru selesai digoreng dan belum sempat dibumbuin malah dijadiin cemilan..dikiranya bakwan kali ya..he..he.. ini daging nak…!

Bahan:

¼  kg daging sapi, cincang

1 btr  telur ayam, kocok lepas

1 sdt  lada putih halus

Garam scukupnya

80 gr mentega untuk menumis

SETUP SAYURAN:  kentang potong2, lalu goreng, buncis & wortel, rebus setengah matang, tomat, potong bulat.

Bumbu:

1 buah bawang Bombay

2 sdm kecap inggris

5 sdm saus tomat

½ sdt lada hitam kasar

1 sdm kecap manis

Gula pasir secukupnya

Garam bila perlu

Cara Membuat:

  • Campur daging cincang dengan garam, lada putih dan telur kocok, aduk rata
  • Remas dan bulat-bulatkan adonan daging dengan tangan, kemudian pipihkan
  • Goreng dengan mentega sampai berwarna kecoklatan
  • Setelah semua daging tergoreng, gunakan mentega sisa menggoreng adonan daging untuk menumis bumbu. Masukkan secara berurutan bawang Bombay tumis sampai harum, lalu masukkan kecap inggris, saus tomat, lada hitam, kecap manis, dan gula pasir. Tambahkan garam bila perlu
  • Masukkan 1 gelas air untuk di jadikan kuah, kemudian masukkan daging yang sudah di goreng sebelumnya masak sebentar sampai kuah sedikit menyusut dan daging menjadi matang.
  • Susun setup sayuran di piring saji, kemudian tuangkan bistik kuah di tengahnya.

*********

Selamat Mencoba…!

Menangislah…! Karena Airmata Adalah Tanda kasih Sayang

وَعَنْ أَبِي زَيْدٍ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ مَوْلَى رسول الله صلى الله عليه وسلم وَحِبِّهِ وَابْنِ حِبِّهِ, رضي الله عنهما, قال: أَرْسَلَتْ بِنْتُ النبيِّ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ ابْنِي قَدْ احْتُضِرَ فَاشْهَدْنَا, فَأَرْسَلَ يُقْرِئُ السَّلَامَ وَيَقُولُ: (إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَله مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بأجل مُسَمًّى, فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ) فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ تُقْسِمُ عَلَيْهِ لََيَأْتِيَنَّهَا. فَقَامَ مَعَهُ سَعْدُ بْن عُبَادَةَ, وَمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ, وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ, وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ, وَرِجَالٌ- رضي الله عنهم- فَرُفِعَ إِلَى رسول الله صلى الله عليه وسلم الصَّبِيُّ, فَأَقْعَدَهُ فِي حِجْرِهِ وَنَفْسُهُ تَقَعْقَعَ, فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ, فَقَالَ سَعْدٌ: مَا هَذَا؟فَقَالَ: (هَذِهِ رَحْمَةٌ جَعَلَهَااللَّهُ تَعَالَى فِي قُلُوْبِ عِبَادِهِ) وَفِي رواية (فِي فُلُوْبِ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ) متفق عليه.

Dari Abu Zaid Usamah bin Zaid bin Haritsah (orang yang dulunya hamba sahaya kemudian dimerdekakan) orang yang sangat dicintainya, dan anak dari orang yang sangat dicintainya, semoga Alloh meridhoi keduanya, Dia berkata: salah satu putri Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah mengirim seorang utusan sambil membawa pesan untuk Rasulullah: “Sesungguhnya anakku sedang dalam keadaan syakaratul maut, maka datanglah engkau kepada kami”,  kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengirim balik utusan itu dan menyampaikan salam seraya bersabda: (Sesunguhnya kepunyaan Allahlah apa-apa yang Dia ambil, dan kepunyaannya pula apa-apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki batas ajal yang ditentukan, oleh karena itu bersabarlah dan mengharaplah pahala). Maka putri Nabi tersebut  mengirim kembali seorang utusan sambil bersumpah, “Demi Allah wahai bapakku engkau pasti datang”. Maka berangkatlah Rasulullah bersama Sa’ad bin ‘Ubadah, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab, Zaid binTsabit, dan yang lainnya -semoga Allah meridhoi mereka semua- maka diangkatlah anak itu kepada Rasulullah, kemuadian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mendudukkan anak itu di pangkuannya sedangkan nafas anak itu tersengal-sengal, maka berlinanglah air mata Rasulullah, kemudian Sa’ad berkata: wahai Rasulullah! apa (air mata ) ini..? kemudian Rasulullah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ini adalah bentuk kasih sayang yang Allah ciptakan kasih sayang itu di hati-hati para hamba-Nya”. Dalam riwayat lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ pada hati-hati yang Allah kehendaki dari hamba-hamba-Nya, sesungguhnya Allah menyayangi dari hamba-hamba-Nya yang menyayangi orang lain”.

Faedah  dari hadits di atas:

  • Bolehnya meminta datang orang yang mempunyai keutamaan kepada orang yang sedang syakaratul maut
  • Boleh datang untuk berta’ziyah tanpa izin
  • Disunnahkan menyuruh orang yang terkena musibah untuk bersabar
  • Bolehnya mengulang panggilan
  • Boleh menangis tanpa meratap (menangis yang terlarang ketika terkena musibah adalah menangis yang mengeluarkan suara)
  • Wajib mendahulukan salam sebelum bicara
  • Menengok  orang yang sakit meskipun kedudukannya lebih rendah daripada kita/ orang yang memusuhi kita

****************

Catatan penulis dari kajian rutin Kitab Riyaadus Shaalihin, yang disampaikan oleh Ust. Ade Hermansyah,Lc

Istriku Bukan Bidadari, Tapi Akupun Bukan Malaikat

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulillah Shalallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan sahabatnya.

Anda telah berkeluarga? Bagaimana pengalaman anda selama mengarungi bahtera rumah tangga? Semulus dan seindah yang anda bayangkan dahulu?

Mungkin saja anda menjawab: Tidak.

Akan tetapi izinkan saya berbeda dengan anda: ya, bahkan lebih indah dari yang saya bayangkan sebelumnya.

Saudaraku! Kehidupan rumah tangga memang penuh dengan dinamika, lika-liku dan pasang surut. Kadang anda senang, dan kadang anda bersedih. Tidak jarang anda tersenyum di hadapan pasangan anda, dan kadang kala anda cemberut dan ber masam muka.

Bukankah demikian saudaraku?

Berbagai tantangan dan tanggung jawab dalam rumah tangga senantiasa menghiasi hari-hari anda. Semakin lama umur pernikahan anda, maka semakin berat dan bertambah banyak perjuangan yang harus anda tunaikan.

Tanggung jawab terhadap putra-putri, pekerjaan, karib kerabat, masyarakat dan lain sebagainya.

Dan diantara tanggung jawab yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan anda ialah tanggung jawab terhadap pasangan hidup anda.

Sebelum menikah, sah-sah saja anda sebagai calon suami membayangkan bahwa pasangan hidup anda cantik rupawan, bangsawan, kaya raya, patuh, pandai mengurus rumah, penyayang, tanggap, sabar dan berbagai gambaran indah.

Bukankah demikian saudaraku? Read the rest of this entry