Monthly Archives: Oktober 2010

Tumis cumi jagung muda

K alau kerjaan di rumah lagi numpuk, biasanya masakan yang serba tumis menjadi pilihan, di samping praktis, rasanya juga  gak kalah dengan  masakan yang diproses dalam  waktu lama. {maaf gambarnya agak buram, tapi insya Allah rasanya gak bakalan  mengecewakan…}

Bahan:

¼ kg. cumi segar (berdaging tebal dan berkulit putih) potong sesuai selera

¼  kg. jagung putren (muda) belah menjadi dua

Bawang merah, iris

Bawang putih, iris

Tomat, iris

Bawang daun, potong kasar

Garam, secukupnya

Gula pasir, secukupnya

Merica

Saus tiram

Cara memasaknya gampang tingggal tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum terus masukkan cumi, masak hingga  matang terus masukkan jagung, jaga jangan sampai layu supaya renyahnya sayuran masih terasa ketika di santap nanti, terakhir masukkan secara berurutan bumbu lainnya, terus cicipi deh rasanya…

Iklan

Allah Ta’ala Maha Bersyukur & Maha Pembalas Jasa { اَلشَّكُوْرُ, اَلشَّاكِرُ }

Oleh: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr

Nama Asy-Syakur disebutkan di dalam Al-Qur’an pada empat tempat:

Allah Ta’ala berfirman,

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Fathir:30)

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ

Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang Telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri. (QS. Fathir:34)

وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْناً إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ

Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (QS. Asy-Syura:23)

إِن تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. dan Allah Maha pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (QS. At-Taghabun:17)

Sedangkan nama Asy-Syakir terdapat pada dua tempat:

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah:158)

Dan firman-Nya,

مَّا يَفْعَلُ اللّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ وَكَانَ اللّهُ شَاكِراً عَلِيماً

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nisa’:147)

Keenam tempat yang disebutkan padanya dua nama tersebut adalah tempat-tempat pelimpahan karunia dari Allah Azza wa Jalla dengan diberikannya pahala kepada orang-orang yang taat, disempurnakannya ganjaran, dilimpahkannya karunia, dan dilipatgandakannya pahala, dan ini di antara hal yang menjelaskan kepada kita makna dua nama tersebut, dan bahwasanya Asy-Syakur Asy-Syakir adalah Rabb yang tidak menyia-nyiakan amalan orang yang beramal yang ada di sisi-Nya, bahkan Dia melipatgandakan pahala tanpa perhitungan, yang menerima sedikit pun dari amalan lalu membalasnya dengan pahala dan pemberian yang banyak lagi lapang, yang melipatgandakan bagi orang-orang yang ikhlas amalan-amalan mereka tanpa batas, dan Dia mensyukuri orang-orang yang bersyukur dan mengingat-ingat orang-orang yang berdzikir. Barangsiapa yang mendekatkan diri kepada-Nya sejengkal, maka Dia akan mendekat kepadanya sehasta dan barangsiapa yang mendekat kepada-Nya sehasta, maka Dia akan mendekat kepada orang itu sedepa. Barangsiapa yang datang kepada-Nya dengan membawa kebaikan, maka Dia akan menambahkan pada kebaikan tersebut kebaikan pula dan Dia akan berikan kepadanya pahala yang agung dari sisi-Nya. Read the rest of this entry