Monthly Archives: Maret 2010

TITIP SALAM SUNNAHKAH?!

as-salam-alaikum

Budaya Titip Salam

Budaya titip salam di Indonesia sudah sangat mendarah daging. Sering kita mendengar seseorang titip salam untuk temannya yang ada di negeri seberang, seorang sahabat titip salam untuk sahabatnya yang ada di luar kota, satu kelurga di kota titip salam untuk kerabatnya di desa, dst.

Budaya titip salam ini pun tidak hanya popular di kalangan remaja atau orang tua, bahkan tak jarang kita dapati bocah-bocah ikut meramaikannya. Hanya saja yang sangat disayangkan, banyak kalangan muda-mudi mengotori budaya mulia ini dengan titip salam kepada lawan jenis yang belum halal baginya, baik berupa salam cinta atau salam perkenalan yang dapat berbuntut kepada hubungan yang diharamkan.

Titip Salam, Sunnahkah?! Read the rest of this entry

Iklan

Hanya Wanita Yang Bisa Mengerti Perasaan Wanita

oleh: Aisyah Ummu Haitsam

Saudariku ….

sungguh saat ini kita tengah diserang melalui dua jalan; jalan syubhat dan jalan syahwat. Syubhat (kesamaran antara kebenaran dan kebatilan) bencana yang diakibatkannya jauh lebih besar dan berbahaya, tetapi ia bergerak secara perlahan. Dan syahwat merupakan penyakit yang gampang menyebar dan cepat menular.

Saudariku ….. Read the rest of this entry

Limpahan Do’aku

Aku memohon kekuatan

Rabb memberiku kesulitan untuk menjadikanku kuat

Aku memohon kebijaksanaan

Rabb memberiku masalah untuk dipecahkan

Aku memohon kemakmuran

Rabb memberiku otak untuk bekerja

Aku memohon keberanian

Rabb memberiku bahaya untuk mengatasinya

Aku memohon cinta

Rabb memberiku orang-orang yang kesusahan untuk menolongnya

Aku memohon anugerah

Dan Rabb memberiku kesempatan

Aku menerima bukan atas apa yang aku inginkan

Melainkan aku menerima sesuatu atas apa yang aku perlukan

Doaku telah terjawab…

Gejala-Gejala Lemah Iman

Oleh: Syaikh Muhammad Sholeh al-Munajjid  رحمه الله

Sesungguhnya, keimanan merupakan asas yang sangat penting dalam kesempurnaan pengabdian kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla, akan tetapi adakalanya keimanan itu berkurang dengan aneka kemaksiatan yang kita lakukan, seyogyanya sebagai seorang mukmin kita mesti senantiasa memeriksa keadaan hati kita, dan mengenali penyakit yang bisa memperlemah iman kita, berikut ini merupakan gejala-gejala lemah iman yang saya kutip dari kutaib Zhahiratu dho’fil al-Iman versi terjemahannya, pembahasannya dipaparkan secara lugas oleh Syaikh Muhammad Sholeh al-Munajjid, marilah kita merenunginya dan memulai langkah untuk mengobatinya, sebelum hati kita buta, terkunci dan mati.

Pertama: Terjerumus ke dalam Aneka Kedurhakaan

Di antara orang-orang yang durhaka itu, ada yang melakukan satu kedurhakaan dan berketetapan hati untuk terus melakukannya, dan ada juga yang melakukan berbagai jenis kedurhakaan dan kerap terjerumus kepada kemaksiatan-kemaksiatan itu, lantas beralih menjadi kebiasaan yang benar-benar melekat, dan secara bertahap keburukan di hatinya terus meningkat, sampai-sampai mereka berani dan bangga menyatakan kedurhakaannya secara terbuka. Masuklah mereka ke dalam golongan orang-orang yang disinyalir di dalam hadits Nabi:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

“Semua umatku ditutupi keburukannya kecuali orang-orang yang bangga menyatakan kemaksiatannya secara terbuka; Sesungguhnya, termasuk perbuatan yang demikian, adalah apabila seseorang melakukan suatu keburukan di malam hari, lalu ia masuk waktu pagi dalam keadaan Allah tutupi keburukannya. Lantas ia berkata (kepada orang-orang), ‘Hai fulan, aku telah melakukan begini dan begitu tadi malam.’ Padahal, di malam hari Allah terus menutupi keburukannya; namun di pagi harinya ia sendiri menyingkap tutupan Allah itu dari dirinya.”[1]

Kedua: Hati yang Keras dan Kasar

Di antara gejalanya juga, ketika seseorang merasakan kerasnya hati, hingga ia mendapati hatinya benar-benar telah berubah menjadi batu yang keras; di mana tidak ada sesuatu apapun yang merembes darinya, juga tidak dapat terpengaruh oleh apapun. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Qs. Al-Baqarah: 74) Read the rest of this entry

MEMBALAS KEBURUKAN DENGAN KEBAIKAN

Membaca kehidupan orang-orang sholeh sungguh menakjubkan. Terlebih lagi jika mereka adalah generasi terbaik umat ini. Kehidupan mereka bertabur mutiara hikmah dan pelajaran berharga bagi kehidupan generasi sesudahnya.

Kitab-kitab sejarah dan sunnah telah menorehkan lembaran-lembaran emas kehidupan mereka. Beruntunglah orang-orang yang meneladani mereka dengan baik.

( وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ) (التوبة:100)

Artinya, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. Read the rest of this entry

Bagaimana Asy-Syaikh Muqbil Mendidik Putri Beliau?


Pernah membaca buku Nasehati lin Nisa? Buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Nasehatku bagi Para Wanita ini ditulis oleh seorang aalimah (ulama wanita) dari negeri Yaman yang bernama Ummu Abdillah Al-Wadi’iyah. Beliau hafizhahallah adalah putri dari ulama ahlul hadits di masa kita, yaitu Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah.

Ummu Abdillah adalah seorang aalimah yang memiliki banyak keutamaan. Menurut Al-Ustadz Muhammad Barmim dalam biografi Syaikh Muqbil, Ummu Abdillah mengajar di madrasah nisa’ (khusus wanita) dan memiliki beragam karya tulis ilmiyah. Di antaranya:

Shahihul Musnad fis Syamail Muhammadiyah (tentang kesempurnaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dicetak dalam dua jilid)
Jamius Shahih fi ilmi wa Fadhlihi (tentang keutamaan ilmu)
Tahqiq kitab As-Sunnah Ibnu Abi Ashim
Nasehati lin Nisa
– dan sekarang beliau masih mengerjakan Shahihul Musnad min Sirah Nabawiyah

Yang ingin saya angkat dalam artikel ini adalah bagaimana cara Syaikh mendidik putrinya sehingga tumbuh menjadi seorang aalimah. Read the rest of this entry