Monthly Archives: Desember 2009

Tingkatan Manusia Muslim Dalam Menghadapi Musibah

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin رحمه الله

Manusia, dalam menyikapi musibah dapat dikualifikasikan menjadi empat macam. Pertama, orang yang bersyukur. Kedua, orang yang ridha. Ketiga, orang yang sabar. Keempat, orang yang berkeluh-kesah (jazi’).

Orang yang jazi, artinya, ia telah melanggar tindak yang diharamkan, murka terhadap ketentuan (qadha‘) Rabbul ‘alamin yang di tanganNya pengaturan kerajaan langit dan bumi. Dia-lah pemilik kerajaan, sehingga berwenang melakukan apa saja yang dikehendakiNya.

Orang yang bersabar, yakni orang yang dapat menanggung musibah yang melanda. Maksudnya, ia mengetahui hal itu pahit, berat dan susah. Dia tidak suka musibah itu datang, namun ia mampu teguh dalam menaggungnya dan menjaga dirinya dari berbuat yang diharamkan. Ini wajib.

Orang yang ridha. Yaitu Read the rest of this entry

Perawatan Gigi untuk Bayi

Memberikan perawatan pada gigi anak dengan baik dapat membentuk pola hidup yang positif dan memiliki kebersihan oral jangka panjang. Itulah pentingnya membawa kebiasaan hidup sehat ini sejak dini.

Meskipun pada anak hanya ada gigi susu yang pada akhirnya akan diganti oleh gigi permanen mereka, gigi susu ini juga memerlukan banyak perawatan dan perhatian. Karena itu orang tua harus mulai mempraktekkan Read the rest of this entry

Ilmu Tajwid : Makhorijul Huruf & File Flash

Bab Makhorijul huruf adalah salah satu bab yang sangat penting dalam ilmu tajwid.

Makhroj (المخرج) secara bahasa adalah: “Tempat keluar” (محل خروج)

Dan secara istilah adalah :

محل خروج الحرف وتمييزه من غيره

“Tempat keluarnya huruf dan pembeda antara satu huruf dengan huruf yang lainnya.”

Tempat-tempat keluarnya huruf ini dibagi secara umum dan secara khusus.

Tempat-tempat keluarnya huruf secara umum ada 5 : Read the rest of this entry

NIFAS DAN HUKUM-HUKUMNYA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin

Makna Nifas

Nifas ialah darah yang keluar dari rahim disebabkan kelahiran, baik bersamaan dengan kelahiran itu, sesudahnya atau sebelumnya ( 2 atau 3 hari) yang disertai dengan rasa sakit.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Darah yang dilihat seorang wanita ketika mulai merasa sakit adalah nifas.” Beliau tidak memberikan batasan 2 atau 3 hari. Dan maksudnva yaitu rasa sakit yang kemudian disertai kelahiran. Jika tidak, maka itu bukan nifas.

Para ulama berbeda pendapat tentang Read the rest of this entry

Mengendalikan Amarah


Suatu siang, ketika aku dan suami baru saja keluar dari Masjid Agung Kota Sukabumi, tiba-tiba perhatian kami teralihkan oleh sebuah adegan di pinggir jalan yang kami lalui. Sepasang laki-laki dan perempuan kelihatannya sedang “marahan”. Entahlah, apakah mereka pasangan suami istri atau bukan. Perempuan dengan raut wajah marah itu tampak memalingkan muka dari si laki-laki. Sementara si laki-laki kelihatan salah tingkah, nampak sekali dia memelas dan memohon pada si wanita.

Sesampainya kami di rumah, suamiku menyegar kembali kejadian siang itu dan bertanya padaku, “Mi, ingat kejadian tadi? Kenapa perempuan itu ngambek di sembarang tempat, ya? Kenapa marahnya nggak nanti di rumah saja? Kalau yang tadi itu suaminya, kasihan. Pasti jengkel menghadapi kejadian itu di tempat umum. Mau ditinggal, pasti nggak tega. Takut istinya kenapa-napa.”

Mendengar pertanyaan itu, Read the rest of this entry

Makna Kebebasan Individu

Dalam riwayat Bukhari disebutkan, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat sekian lelaki dan wanita bertelanjang badan di sebuah tempat yang sempit mirip dapur api, bagian bawahnya luas dan bagian atasnya sempit. Mereka berteriak-teriak di dalamnya. Ternyata, api bergelora menyala-nyala dari arah bawah mereka. Jika api itu menyembur terhadap mereka, mereka langsung berteriak karena sangat panasnya. Lalu Nabi bertanya kepada Jibril: “Siapakah mereka, wahai Jibril?” Jibril menjawab: “Mereka adalah para lelaki dan wanita pezina.”

Betapa pedih siksa yang Allah timpakan Read the rest of this entry