Arsip Kategori: Tazkiyatun Nufus
Mengaku Muslim tapi Setia kepada Kafirin
Akhir-akhir ini Ummat Islam diliputi keadaan yang menuntut kehati-hatian yang sangat. Kalau tidak hati-hati, maka akan terjerumus sangat dalam, karena kemungkinan yang diucapkan oleh lisan, diperbuat oleh anggota badan, dan diyakini oleh hati, kemungkinan justru hal-hal yang sangat dilarang Islam. Dalam hal ini yang akan kita bicarakan adalah merajalelanya gejala setia kepada orang kafir, yang dalam Islam sangat dilarang, namun di masyarakat justru tampak semakin berkembang.
Untuk mengetahui bagaimana gejala mencintai atau setia atau loyal terhadap orang kafir, mari kita simak uraian ulama terkemuka saat ini yakni Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, dalam bab مظاهر موالاة الكفار Madhaahiru Muwaalatil Kuffaar – gejala-gejala setia kepada orang-orang kafir berikut ini.
Di antara gejala setia terhadap Kafirin
bentuk-bentuk kesetiaan atau loyalitas atau bahasa Islamnya wala’ terhadap kafirin sungguh telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, di antaranya akan diuraikan 10 gejala sebagai berikut: Read the rest of this entry
Kenapa Mesti Ujub?
Betapa banyak diantara kita yang berusaha untuk berlari kencang menjauhi riyaa’ karena takut amalan kita hancur lebur terkena penyakit riya. Akan tetapi pada waktu yang bersamaan jiwa kita terulurkan dalam dekapan ujub…, bangga dengan amalan yang telah kita lakukan.., bangga dengan ilmu yang telah kita miliki…, bangga dengan keberhasilan dakwah kita.., bangga dengan kalimat-kalimat indah yang kita rangkai…, dst…??!!
Bukankah ujub juga menggugurkan amalan sebagaimana riyaa’..??
Bukankah ujub juga menyebabkan pelakunya terjerumus dalam neraka jahannam sebagaimana riyaa’…?
Bukankah ujub juga merupakan salah satu bentuk syirik kecil sebagaimana riya’…?? Read the rest of this entry
Jeratan Lagu-Lagu Melankolis!
Sebagian pemudi digiring oleh syaitan ke jalan yang buruk, untuk mendengarkan lagu-lagu dan terjebak dalam kungkungan dosa. Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah.” (Qs. Luqman: 6)
Ibnu Mas’ud berani bersumpah atas nama Allah, bahwa yang dimaksud dengan “Lahw al-Hadits” (perkataan yang tidak berguna) itu adalah lagu-lagu. Read the rest of this entry
Akibat Mengerikan Bagi Orang Yang Melanggar Jalan Yang Diharamkan
Setiap orang yang berakal jangan sampai meniti suatu jalan sebelum dia mengetahui apakah jalan itu memberinya keselamatan atau bencana, atau bisa menghantarkannya ke tujuan tertentu, tujuan yang membuatnya selamat atau tujuan yang mencelakakan dirinya. Inilah jalan yang membawa kehancuran orang-orang terdahulu maupun sekarang, menghela orang yang menitinya ke tujuan yang buruk dan sumber kerusakan. Oleh karena itu Allah menjadikan ina sebagai jalan yang paling buruk. Firman-Nya,
ولا تقربوا الزنى إنه كان فاحشة وساء سبيلا (الإسراء: 32)
“Dan, janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk,” (Al-Isra’: 32) Read the rest of this entry
Gejala-Gejala Lemah Iman
Oleh: Syaikh Muhammad Sholeh al-Munajjid رحمه الله
Sesungguhnya, keimanan merupakan asas yang sangat penting dalam kesempurnaan pengabdian kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla, akan tetapi adakalanya keimanan itu berkurang dengan aneka kemaksiatan yang kita lakukan, seyogyanya sebagai seorang mukmin kita mesti senantiasa memeriksa keadaan hati kita, dan mengenali penyakit yang bisa memperlemah iman kita, berikut ini merupakan gejala-gejala lemah iman yang saya kutip dari kutaib Zhahiratu dho’fil al-Iman versi terjemahannya, pembahasannya dipaparkan secara lugas oleh Syaikh Muhammad Sholeh al-Munajjid, marilah kita merenunginya dan memulai langkah untuk mengobatinya, sebelum hati kita buta, terkunci dan mati.
Pertama: Terjerumus ke dalam Aneka Kedurhakaan
Di antara orang-orang yang durhaka itu, ada yang melakukan satu kedurhakaan dan berketetapan hati untuk terus melakukannya, dan ada juga yang melakukan berbagai jenis kedurhakaan dan kerap terjerumus kepada kemaksiatan-kemaksiatan itu, lantas beralih menjadi kebiasaan yang benar-benar melekat, dan secara bertahap keburukan di hatinya terus meningkat, sampai-sampai mereka berani dan bangga menyatakan kedurhakaannya secara terbuka. Masuklah mereka ke dalam golongan orang-orang yang disinyalir di dalam hadits Nabi:
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ
“Semua umatku ditutupi keburukannya kecuali orang-orang yang bangga menyatakan kemaksiatannya secara terbuka; Sesungguhnya, termasuk perbuatan yang demikian, adalah apabila seseorang melakukan suatu keburukan di malam hari, lalu ia masuk waktu pagi dalam keadaan Allah tutupi keburukannya. Lantas ia berkata (kepada orang-orang), ‘Hai fulan, aku telah melakukan begini dan begitu tadi malam.’ Padahal, di malam hari Allah terus menutupi keburukannya; namun di pagi harinya ia sendiri menyingkap tutupan Allah itu dari dirinya.”[1]
Kedua: Hati yang Keras dan Kasar
Di antara gejalanya juga, ketika seseorang merasakan kerasnya hati, hingga ia mendapati hatinya benar-benar telah berubah menjadi batu yang keras; di mana tidak ada sesuatu apapun yang merembes darinya, juga tidak dapat terpengaruh oleh apapun. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (Qs. Al-Baqarah: 74) Read the rest of this entry












