Arsip Kategori: Syair-Syair Pilihan

Bait Syair Imam Syafi’i رحمه الله Tentang Pergaulan Hidup

-_ مُدَارَاةُ الحَسُودِ صُعْبَةٌ _-

Mentolelir orang hasud itu sulit

وَدَارَيْتُ كُلَّ النَّاسِ لَكِنْ حَاسِدِى

مُدَارَاتَهُ عَزَّتْ وَعَزَّ مِثَالُهَا

Aku dapat mentolelir semua orang, akan tetapi terhadap orang yang hasud bagiku sungguh hal itu sangat sulit

وَكَيْفَ يُدَارِى المَرْءُ حَاسِدَ نِعْمَةٍ

إِذَا كاَنَ لاَ يُرْضِيْهِ اِلاَّ زَوَالُهَا

Bagaimana bisa seseorang toleransi terhadap yang menghasud nikmat, sedang yang diinginkan adalah َ   hilangnya nikmat tersebut Read the rest of this entry

NIQAB, SIMBOL KEMULIAAN SEORANG WANITA

Niqab..

Jika ia adalah kewajiban..

Maka aku tlah mengenakannya..

Dan jika ia adalah keutamaan..

Maka aku bukanlah orang yang tidak butuh terhadap keutamaan..

Musuh-musuh islam berusaha memperdayaku..

Aku berteriak kepada mereka..tinggalkanlah aku..

Aku akan tetap dalam bentengku.. Read the rest of this entry

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU (SYAR’I)

1. Orang yang memperdalam ilmu agama, maka Allah subhanahu wata’ala akan memudahkan jalannya menuju surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

ومن سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة

“Dan barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

2. Orang yang memperdalam ilmu agama maka para Malaikat akan membentangkan sayapnya untuk menaungi mereka karena ridha dengan apa yang mereka cari

إن الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يطلب

“Dan sesungguhnya malaikat benar-benar akan merendahkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena mereka meridhai apa yang ia pelajari.” (HR. Abu Dawud) Read the rest of this entry

Syair Imam Syafi’i


اَلْوَحْدَةُ

Menyendiri

إِذَا لَمْ أَجِدْ خِلاً  تَقِيًّا فَوَحْدَتِيْ

أَلَذُّ وَأَشْهَى مِنْ غَوِيٍّ  أُعَاشِرُهُ

Apabila aku tidak mendapat teman yang baik (takwa), maka lebih baik aku hidup seorang diri dari pada berteman orang yang durhaka.

وَأَجْلِسُ وَحْدِيْ  لِلْعِبَادَةِ   آمِنًا

أَقَرُّ لِعَيْنِيْ مِنْ جَلِيْسٍ أُحَاذِرُهُ

Aku akan duduk seorang diri agar tenang beribadah dan jiwaku tentram dari pada harus berteman orang yang aku takuti perangainya.

اَلْاَ عْرَاضُ عَنِ السَّفِيْهِ

SIKAP MENGHADAPI ORANG BODOH

اِذَا نَطَقَ السَّفِيْهُ وَتُجِيْبُهُ

فَخَيْرٌ مِنْ اِجَابَتِهِ السُّكُوْتُ

Apabila orang bodoh mengajak berdiskusi dengan anda, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi.

فَاِنْ كَلِمَتَهُ فَرَّجْتَ عَنْهُ

وَاِنْ خَلَّيْتُهُ كَمَدًا يَمُوْتُ

Apabila anda melayani, maka anda akan susah sendiri. Dan bila anda berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati.

قَالُوْا سَكَتَّ وَقَدْ خُوْصِمَتْ قُلْتُ لَهُمْ

اِنَّ  الْجَوَابَ لِبَابِ  الشَّرِ مِفْتَاحُ

Apabila ada orang bertanya kepadaku, “jika ditantang oleh musuh, apakah anda diam?” jawabku kepadanya, “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu  ada kuncinya.”

وَالصُّمْتُ عَنْ  جَاهِلٍ  أَوْ  أَحْمَقٍ  شَرَفٌ

وَفِيْهِ  أَيْضًا لِصَوْنِ  الْعِرْضِ  اِصْلَاحُ

Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.

أَمَا تَرَى الأُسْدَ  يُخْشَى وَهِيَ  صَامِتَةٌ

وَالكَلبُ يُخْسَى لَعَمْرِىْ  وَهُوَ  نَبَّاحُ

Apakah anda tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam. Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong.

**********

dikutip dari buku “diwan As-Syafi’i” karya Yusuf Asy-Syekh Muhammad Al-Baqa’i

Artikel: http://asya84.wordpress.com/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.