Arsip Kategori: Romantika Rumah Tangga
RAHASIA MENJADI WANITA TELADAN
Adakalanya perjalanan rumah tangga itu mandeg, kehidupan rumah tangga yang kita cita-citakan harapannya pupus, tidak bahagia.. , kenapa…? karena bahagia yang bisa diukur dari rasa puas, tentram, senang dan damainya hati sesungguhnya bukan merupakan pemberian siapa-siapa, melainkan sebuah pilihan. Karena bahagia ada dalam diri kita masing-masing dan yang menciptakan kesengsaraan adalah kita sendiri
Ada sebagian wanita yang apabila mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan dari suaminya, lantas dia mengatakan: “selama saya hidup denganmu tidak pernah merasakan kebahagiaan”. Bahagia itu yang menciptakan diri kita sendiri, biarpun orang di sekitar kita sudah baik tetapi kalau kita bawaannya curiga terus dengan orang di sekitar kita, maka bisa menerbitkan ketidakbahagiaan, dengan kata lain, kalau kita memperbaiki muka kita, maka kaca dengan sendirinya akan cantik, tapi kalau misalnya muka kita blepotan atau dandanan kita tidak bersahaja maka kaca sebaik apapun tidak akan bisa membenahi muka kita, yg membenahi muka kita adalah diri kita sendiri, setelah itu kita ngaca, ternyata.., oh cantik juga ya saya…. Read the rest of this entry
Istriku Bukan Bidadari, Tapi Akupun Bukan Malaikat
Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulillah Shalallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan sahabatnya.
Anda telah berkeluarga? Bagaimana pengalaman anda selama mengarungi bahtera rumah tangga? Semulus dan seindah yang anda bayangkan dahulu?
Mungkin saja anda menjawab: Tidak.
Akan tetapi izinkan saya berbeda dengan anda: ya, bahkan lebih indah dari yang saya bayangkan sebelumnya.
Saudaraku! Kehidupan rumah tangga memang penuh dengan dinamika, lika-liku dan pasang surut. Kadang anda senang, dan kadang anda bersedih. Tidak jarang anda tersenyum di hadapan pasangan anda, dan kadang kala anda cemberut dan ber masam muka.
Bukankah demikian saudaraku?
Berbagai tantangan dan tanggung jawab dalam rumah tangga senantiasa menghiasi hari-hari anda. Semakin lama umur pernikahan anda, maka semakin berat dan bertambah banyak perjuangan yang harus anda tunaikan.
Tanggung jawab terhadap putra-putri, pekerjaan, karib kerabat, masyarakat dan lain sebagainya.
Dan diantara tanggung jawab yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan anda ialah tanggung jawab terhadap pasangan hidup anda.
Sebelum menikah, sah-sah saja anda sebagai calon suami membayangkan bahwa pasangan hidup anda cantik rupawan, bangsawan, kaya raya, patuh, pandai mengurus rumah, penyayang, tanggap, sabar dan berbagai gambaran indah.
Bukankah demikian saudaraku? Read the rest of this entry











