Arsip Kategori: Fawa'id
SURAT TERBUKA UNTUK SUAMI YANG BERPOLIGAMI
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila mana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka nikahilah seorang saja”.
Poligami itu adalah syari’at yang ‘adil… kebijaksanaan yang diperhitungkan… dan kemaslahatan yang kuat… Allah yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui telah mensyari’atkannya… Allah yang Maha Mengetahui apa yang ada didalam lubuk hati manusia… Dia sangat mengerti jiwa-jiwa hamba-Nya… Dia Maha mengetahui kemaslahatan mereka… Dia maha Mengetahui apa yang dapat membuat mereka bahagia… Dialah Sang Pencipta makhluk : Allah yang lebih mengetahui apa yang baik bagi mereka…
قال تعالى: أَلا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَ هُوَ اللَّطِيفُ
Allah berfirman: “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui; dan Dia Maha Halus lagi Maha mengetahui”.
*** Renungan Bagi Seorang Suami ***
(Sebagai solusi agar selamat dari tidak berbuat zhalim sebelum terjadi) Read the rest of this entry
_*_Serial Kisah Penggugah Jiwa_*_ Masuk Islamnya Seorang Pemudi Rusia Penganut Kristen Ortodoks {Episode:2}
Di Rusia
Khalid bercerita: “Ketika kami turun di bandara, aku menyangka kami akan pergi ke rumah keluarganya, dan tinggal bersama mereka. Kemudian setelah selesai urusan, barulah kami pulang kampung. Namun, pemikiran istriku ternyata jauh dari dugaan. Ia malah berkata: ‘Keluargaku adalah kaum Ortodoks yang fanatik terhadap agamanya. Aku tak akan pergi untuk menemui mereka sekarang! Untuk sementara kita menyewa kamar sebagai tempat tinggal, lalu kita menyelesaikan pengurusan paspor. Menjelang pulang, baru kita mengunjungi keluargaku.’
Kurasa pikirannya benar juga; maka kami menyewa sebuah kamar dan tinggal di sana. Besoknya, kami pergi ke kantor imigrasi. Kami menemui seorang pegawai. Dan pegawai itu meminta paspor lama disertai photo istriku. Istriku lalu mengeluarkan photo hitam putih, yang hanya menampakkan wilayah muka saja.
Pegawai itu berkata: “Photo ini berbeda dengan photo yang ada di paspor lama. Kami minta photo berwarna, yang menampakkan wajah, rambut, dan leher Anda!!… Read the rest of this entry
_*_Serial Kisah Penggugah Jiwa_*_ Masuk Islamnya Seorang Pemudi Rusia Penganut Kristen Ortodoks {Episode:1}
PROLOG
Penuturan kisah ini bukanlah untuk membangkitkan rasa sentimentil kalian, tidak pula untuk melemahkan kekuatan kalian, atau mengaduk-aduk emosi kalian. Sekali-kali tidak! Namun, penuturan kisah ini agar kalian mengerti bahwa Islam membutuhkan para pemberani yang siap menjaganya, mau berkorban untuknya, rela meremukkan tempurung kepala mereka demi kejayaannya, serta siap menumpahkan darah dan berpisah dengan raga mereka.
*-* Episode Satu *-*
Seorang pemudi Rusia (sebut saja namanya Fulanah), ia berasal dari keluarga Kristen Ortodoks yang sangat fanatik terhadap agama Nashrani. Suatu hari, seorang pengusaha Rusia mengajak serta pemudi tersebut bersama beberapa wanita muda lainnya untuk berangkat ke negara teluk, dalam rangka berbelanja barang-barang elektronik, yang kelak akan dijual kembali di Rusia. Itulah penawaran resmi si pengusaha yang disepakati pula oleh para wanita itu…
Ketika mereka telah sampai di tempat tujuan, tiba-tiba pengusaha itu menyeringai menunjukkan gigi taringnya, dan mulailah menawarkan kepada mereka sebuah pekerjaan mesum, disertai berbagai rayuan yang mempesona; seperti harta yang melimpah, relasi yang luas, serta iming-iming menggoda lainnya. Hingga, banyaklah di antara para wanita itu yang terjerat rayuannya. Namun, tidak demikian dengan wanita Ortodoks yang sangat fanatik kepada agamanya itu; Ia menolaknya mentah-mentah.
Pengusaha itu hanya tertawa menanggapi penolakannya, dan ia berkata kepadanya: “Kamu wanita yang terlantar di negeri ini, serta tidak memiliki apa-apa kecuali baju yang kamu pakai. Dan aku takkan memberikan apapun kepadamu.” Read the rest of this entry
Mengaku Muslim tapi Setia kepada Kafirin
Akhir-akhir ini Ummat Islam diliputi keadaan yang menuntut kehati-hatian yang sangat. Kalau tidak hati-hati, maka akan terjerumus sangat dalam, karena kemungkinan yang diucapkan oleh lisan, diperbuat oleh anggota badan, dan diyakini oleh hati, kemungkinan justru hal-hal yang sangat dilarang Islam. Dalam hal ini yang akan kita bicarakan adalah merajalelanya gejala setia kepada orang kafir, yang dalam Islam sangat dilarang, namun di masyarakat justru tampak semakin berkembang.
Untuk mengetahui bagaimana gejala mencintai atau setia atau loyal terhadap orang kafir, mari kita simak uraian ulama terkemuka saat ini yakni Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, dalam bab مظاهر موالاة الكفار Madhaahiru Muwaalatil Kuffaar – gejala-gejala setia kepada orang-orang kafir berikut ini.
Di antara gejala setia terhadap Kafirin
bentuk-bentuk kesetiaan atau loyalitas atau bahasa Islamnya wala’ terhadap kafirin sungguh telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, di antaranya akan diuraikan 10 gejala sebagai berikut: Read the rest of this entry
Akibat Mengerikan Bagi Orang Yang Melanggar Jalan Yang Diharamkan
Setiap orang yang berakal jangan sampai meniti suatu jalan sebelum dia mengetahui apakah jalan itu memberinya keselamatan atau bencana, atau bisa menghantarkannya ke tujuan tertentu, tujuan yang membuatnya selamat atau tujuan yang mencelakakan dirinya. Inilah jalan yang membawa kehancuran orang-orang terdahulu maupun sekarang, menghela orang yang menitinya ke tujuan yang buruk dan sumber kerusakan. Oleh karena itu Allah menjadikan ina sebagai jalan yang paling buruk. Firman-Nya,
ولا تقربوا الزنى إنه كان فاحشة وساء سبيلا (الإسراء: 32)
“Dan, janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk,” (Al-Isra’: 32) Read the rest of this entry
MENGISI DETIK YANG HAMPA DENGAN 9 FAEDAH SEPUTAR LUPA
1. Setan Buang Angin …! Lalu Membuat Lupa Orang Shalat
Setan tidak membiarkan seorang muslim melakukan shalat dengan khusyu’ dan penuh konsentrasi. Ia selalu berusaha membuat setiap orang lupa shalat dengan cara mengingatkannya dengan urusan yang sebelumnya terlupakan. Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu
إِذَا أُذِّنَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ أَقْبَلَ فَإِذَا ثُوِّبَ أَدْبَرَ فَإِذَا سَكَتَ أَقْبَلَ فَلَا يَزَالُ بِالْمَرْءِ يَقُولُ لَهُ اذْكُرْ مَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى لَا يَدْرِيَ كَمْ صَلَّى
Apabila dikumandangkan adzan shalat, maka syetan pergi sambil mengeluarkan kentut sehingga dia tidak mendengar adzan tersebut. Apabila muadzdzin selesai dari adzannya, maka ia datang. Apabila dikumandangkan iqamah, maka ia pergi. Apabila orang yang beriqamah diam, maka syetan datang lagi, ia terus-menerus mengatakan kepada seseorang: “Ingatlah!” terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak diingatnya, sampai dia tidak tahu berapa rakaat telah melakukan shalat?. (HR.al-Bukhari, no. 1222, dan Muslim, no. 389)
2. Siasat Abu Hanifah Untuk mencari harta yang terlupakan
Dari Hasan bin Ziyad, ia berkata: “ada seorang lelaki yang memendam hartanya dalam tanah di suatu tempat, kemudian ia lupa di tempat manakah ia telah memendamnya. Lalu ia mencarinya, akan tetapi ia tidak mendapatkannya. Lalu ia datang menghadap Abu Hanifah rahimahullah dan mengadukan permasalahannya.
Kemudian Abu Hanifah berkata: “Ini bukan masalah fiqih, maka aku akan berkilah (bersiasat) untukmu. Pergi dan kerjakanlah shalat malam ini sampai besok, karena sesungguhnya engkau akan mengingat tempat menyimpan hartamu!.”
Selanjutnya orang itu pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Abu Hanifah. Maka belumlah ia melakukan shalat selama seperempat malam, melainkan ia telah mengingat tempat memendam hartanya. Setelah itu ia datang menghadap Abu Hanifah dan mengabarkannya apa yang telah ia lakukan, lalu beliau mengatakan: “ Sungguh aku tahu bahwa syetan itu tidak membiarkanmu melakukan shalat pada malam itu sampai ia mengingatkanmu.” (‘Uqud al-Juman Fi Manaqib al-Imam al-A’zham Abi Hanifah an-Nu’man, Muhammad bin Yusuf ad-Dimasyqi (wafat 942), hlm. 268)
3. Lupa… Bencana Bagi Yang Kikir Ilmu
Salah satu musibah yang akan menimpa orang yang tidak menyampaikan ilmunya kepada orang lain adalah lupa akan ilmunya tersebut. Read the rest of this entry

















