Arsip Kategori: Coretan Penaku

Hanya Wanita Yang Bisa Mengerti Perasaan Wanita

Saudariku ….

sungguh saat ini kita tengah diserang melalui dua jalan; jalan syubhat dan jalan syahwat. Syubhat (kesamaran antara kebenaran dan kebatilan) bencana yang diakibatkannya jauh lebih besar dan berbahaya, tetapi ia bergerak secara perlahan. Dan syahwat merupakan penyakit yang gampang menyebar dan cepat menular.

Saudariku ….. Read the rest of this entry

Allah ‘Azza wa Jalla Lebih Sayang Kepada Hamba-Nya Daripada Seorang Ibu Terhadap Anaknya

Saat pertama kali saya menyandang predikat baru sebagai seorang ibu, ada beribu kebahagiaan menyeruak ke relung hati yang paling dalam. Semenjak kelahiran putra kami yang pertama, di benak saya bermain-main beraneka macam rencana yang akan disusun, saya akan memberikan yang terbaik untuk buah hatiku, pengasuhannya, pendidikannya, dan saya akan mengarahkan potensinya, bahkan dalam setiap shalat namanya senantiasa terselip dalam doa-doaku, “Ya Allah Dzat yang menggenggam jiwa putraku, jagalah fithrah keshalehannya, jadikanlah ia orang yang berilmu dan kuatkanlah fisiknya.”

Hari demi hari Read the rest of this entry

Mengendalikan Amarah


Suatu siang, ketika aku dan suami baru saja keluar dari Masjid Agung Kota Sukabumi, tiba-tiba perhatian kami teralihkan oleh sebuah adegan di pinggir jalan yang kami lalui. Sepasang laki-laki dan perempuan kelihatannya sedang “marahan”. Entahlah, apakah mereka pasangan suami istri atau bukan. Perempuan dengan raut wajah marah itu tampak memalingkan muka dari si laki-laki. Sementara si laki-laki kelihatan salah tingkah, nampak sekali dia memelas dan memohon pada si wanita.

Sesampainya kami di rumah, suamiku menyegar kembali kejadian siang itu dan bertanya padaku, “Mi, ingat kejadian tadi? Kenapa perempuan itu ngambek di sembarang tempat, ya? Kenapa marahnya nggak nanti di rumah saja? Kalau yang tadi itu suaminya, kasihan. Pasti jengkel menghadapi kejadian itu di tempat umum. Mau ditinggal, pasti nggak tega. Takut istinya kenapa-napa.”

Mendengar pertanyaan itu, Read the rest of this entry

Makna Kebebasan Individu

Dalam riwayat Bukhari disebutkan, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat sekian lelaki dan wanita bertelanjang badan di sebuah tempat yang sempit mirip dapur api, bagian bawahnya luas dan bagian atasnya sempit. Mereka berteriak-teriak di dalamnya. Ternyata, api bergelora menyala-nyala dari arah bawah mereka. Jika api itu menyembur terhadap mereka, mereka langsung berteriak karena sangat panasnya. Lalu Nabi bertanya kepada Jibril: “Siapakah mereka, wahai Jibril?” Jibril menjawab: “Mereka adalah para lelaki dan wanita pezina.”

Betapa pedih siksa yang Allah timpakan Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.