Pepes Ayam
Soal makanan alhamdulillah zauji tidak pernah menuntut saya dengan minta masakan tertentu. Apa yang saya sajikan, beliau senantiasa menerima dan menikmatinya, akan tetapi sebagai seorang istri saya senantiasa berkeinginan untuk memuaskan zauji dan anak-anak meskipun dengan masakan yang sederhana, ketika kedua balita saya malas makan saya coba putar otak mencari-cari resep masakan yang bisa diterima lidah mereka, akhirnya ingatan saya terpaku ke satu resep warisan keluarga, “pepes ayam!” yup.. disini bahan pembungkusnya saya ganti dengan alumunium foil soalnya daun pisang sulit didapat, sebenarnya pohon pisang banyak sih di sawah sekitar ma’had, cuma..lebih tepatnya saya malas nyari..hee… Ternyata Alhamdulillah zauji dan anak-anak sangat lahap. Berikut bahan-bahan yang perlu di siapkan.
Bahan A:
- 1/2 kg. Ayam potong-potong, cuci bersih
- Alumunium foil secukupnya, untuk membungkus / daun pisang
Bahan B:
Bumbu yang dihaluskan
- 7 siung Bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 ruas kunyit
- 4 butir kemiri
- 1 cm jahe
- Gula merah / gula jawa sesuai selera
- Garam secukupnya
- Merica secukupnya
Bahan C:
- 5 batang Daun bawang, iris kasar
- 1 ikat kemangi, siangi. atau sesuai selera lebih banyak, lebih sedap
- 5 lembar daun salam
- 2 batang serai, potong kira-kira 2 cm kemudian memarkan
- 1 buah tomat tw, potong kotak
*jika suka bisa ditambah cabe rawit utuh
Cara memasak:
Tempatkan di sebuah wadah semua bahan C, kemudian taruh ayam diatasnya terakhir masukkan bumbu halus, terus lumuri ayam. Setelah semua ayam terlumuri, aduk rata semua bahan yang ada di wadah tadi, supaya bumbunya tercampur semua.
Penyelsaian:
Bagi ayam sesuai jumlah potongan dan taruh diatas selembar alumunium foil, bungkus rapi alumunium foil kemudian pelintir dan tekuk kedua ujungnya agar bumbu yang ada didalamnya tidak merembes keluar. Kemudian kukus selama kurang lebih 30 menit.
Hasilnya seperti ini….
Posted on 9 April 2010, in Resep Pilihan Keluarga and tagged masakan, pepes ayam, resep. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.














Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)