JURUS JITU MENDIDIK ANAK { 4/5 }

JURUS KEEMPAT: MENDIDIK ANAK PERLU KESABARAN

Sabar merupakan salah satu syarat mutlak bagi mereka yang ingin berhasil mengarungi kehidupan di dunia. Kehidupan yang tidak lepas dari susah dan senang, sedih dan bahagia, musibah dan nikmat, menangis dan tertawa, sakit dan sehat, lapar dan kenyang, rugi dan untung, miskin dan kaya, serta mati dan hidup.

Di antara episode perjalanan hidup yang membutuhkan kesabaran ekstra adalah masa-masa mendidik anak. Sebab rentang waktunya tidak sebentar dan seringkali anak berperilaku yang tidak sesuai dengan harapan kita. Continue reading

JURUS JITU MENDIDIK ANAK { 3/5 }

JURUS KETIGA: MENDIDIK ANAK PERLU KEIKHLASAN

Ikhlas merupakan ruh bagi setiap amalan. Amalan tanpa disuntik keikhlasan bagaikan jasad yang tak bernyawa.

Termasuk jenis amalan yang harus dilandasi keikhlasan adalah mendidik anak. Apa maksudnya?

Maksudnya adalah: Rawat dan didik anak dengan penuh ketulusan dan niat ikhlas semata-mata mengharapkan keridhaan Allah ta’ala.

Canangkan niat semata-mata untuk Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan maupun hukuman. Iringilah setiap kata yang kita ucapkan dengan keikhlasan.. Continue reading

JURUS JITU MENDIDIK ANAK { 2/5 }

JURUS KEDUA: MENDIDIK ANAK PERLU KESALIHAN ORANG TUA

Tentu Anda masih ingat kisah ‘petualangan’ Nabi Khidir dengan Nabi Musa ‘alaihimas salam. Ya, di antara penggalan kisahnya adalah apa yang Allah sebutkan dalam surat al-Kahfi. Manakala mereka berdua memasuki suatu kampung dan penduduknya enggan untuk sekadar menjamu mereka berdua. Sebelum meninggalkan kampung tersebut, mereka menemukan rumah yang hampir ambruk. Dengan ringan tangan Nabi Khidir memperbaiki tembok rumah tersebut, tanpa meminta upah dari penduduk kampung. Nabi Musa terheran-heran melihat tindakannya. Nabi Khidir pun beralasan, bahwa rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya terpendam harta peninggalan orang tua mereka yang salih. Allah berkehendak menjaga harta tersebut hingga kedua anak tersebut dewasa dan mengambil manfaat dari harta itu. Continue reading

JURUS JITU MENDIDIK ANAK { 1/5 }

Ada tulisan yang sangat menarik yang ditulis oleh Ustadz Abdullah Zaen Lc. M.A. dan disebarluaskan dalam bentuk ebook oleh yufid.com mesin pencari ilmu Islam. Di tulisan ini ustadz Abdullah Zaen memberi 5 jurus jitu dalam mendidik anak supaya menjadi anak yang sholeh/ah, penurut, bersemangat menuntut ilmu, dan meninggikan agama-Nya. Saya postingkan tulisan ini secara berseri supaya lebih mudah dicerna dan direnungi, insya Allah bermanfaat Bagi anda yang sudah memiliki anak, atau yang sedang menanti kehadiran anak, juga tidak ada salahnya dibaca oleh anda yang belum menikah untuk bekal saat kelak diamanahi anak.

JURUS PERTAMA: MENDIDIK ANAK PERLU ILMU Continue reading

Hukum Merayakan Tahun Baru

Sejarah Tahun Baru Masehi

Beberapa hari lagi kita akan menyaksikan perayaan besar, perayaan yang dilangsungkan secara massif oleh masyarakat di seluruh dunia. Ya, itulah perayaan tahun baru yang secara rutin disambut dan dimeriahkan dengan berbagai acara dan kemeriahan.

Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang. Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan. Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings. Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” inMélanges de l’école française de Rome (Antiquité), hal. 399-400) Continue reading

Al Manzhumah Al Jazariyah

Menerapkan tajwid adalah kewajiban,

berdosalah orang yang tidak memperbaiki bacaan Al Qur’an,

karena dengan tajwid Allah turunkan Al Quran

dan demikianlah Dia ajarkan hingga kepada kita.
Tajwid adalah hiasan dalam bacaan Al Qur’an,

melafadzkan al-Qur’an dengannya adalah keindahan.
Tajwid ialah memberikan huruf hak-haknya,

berupa sifat yang di miliki berikut hukumnya,

dan mengembalikan huruf pada makhrajnya.

Terlebih dalam melafadkan huruf yang serupa,

di sertai penyempurnaan bacaan tanpa takalluf (berlebih-lebihan),

dengan lembut tidak ta’assuf (memaksakan/serampangan) dalam pengucapan.
Ketahuilah, tidak ada penghalang antara tajwid dan meninggalkannya,

kecuali dengan selalu berlatih agar lisan terbiasa.

***************

Al Manzhumah Al Jazariyah,
Muhammad Ibnu jazari Asy Syafi’i (Wafat 833 H).

Artikel: http://asya84.wordpress.com/

Mengaku Muslim tapi Setia kepada Kafirin

Akhir-akhir ini Ummat Islam diliputi keadaan yang menuntut kehati-hatian yang sangat. Kalau tidak hati-hati, maka akan terjerumus sangat dalam, karena kemungkinan yang diucapkan oleh lisan, diperbuat oleh anggota badan, dan diyakini oleh hati, kemungkinan justru hal-hal yang sangat dilarang Islam. Dalam hal ini yang akan kita bicarakan adalah merajalelanya gejala setia kepada orang kafir, yang dalam Islam sangat dilarang, namun di masyarakat justru tampak semakin berkembang.

Untuk mengetahui bagaimana gejala mencintai atau setia atau loyal terhadap orang kafir, mari kita simak uraian ulama terkemuka saat ini yakni Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, dalam bab مظاهر موالاة الكفار Madhaahiru Muwaalatil Kuffaar – gejala-gejala setia kepada orang-orang kafir berikut ini.

Di antara gejala setia terhadap Kafirin

bentuk-bentuk kesetiaan atau loyalitas atau bahasa Islamnya wala’ terhadap kafirin sungguh telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, di antaranya akan diuraikan 10 gejala sebagai berikut: Continue reading